PADEK.JAWAPOS.COM-Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Dharmasraya secara umum berjalan aman dan lancar. Namun, sejumlah sekolah masih menghadapi kendala serius, terutama terkait ketidakseimbangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung sekolah.
Contoh paling mencolok terjadi di SD 10 Tiumang. Sebanyak 44 siswa mendaftar dan seluruhnya dinyatakan memenuhi kriteria penerimaan. Namun, sekolah hanya mampu menampung 28 siswa. Akibatnya, 16 siswa yang seharusnya diterima terpaksa tidak bisa diakomodasi.
Hingga kini, belum jelas bagaimana nasib ke-16 anak tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza. Menurutnya, di wilayah tersebut terdapat dua sekolah dasar sederajat, satu negeri dan satu swasta.
Biasanya, para orang tua membagi pendaftaran antara kedua sekolah. Namun, tahun ini sekolah swasta tersebut mengalami persoalan internal, sehingga seluruh pendaftaran dialihkan ke SD Negeri 10 Tiumang.
“Sebanyak 44 anak mendaftar ke SD 10 Tiumang dan seluruhnya memenuhi syarat. Namun, daya tampung sekolah hanya 28 orang. Yang menjadi pertanyaan kita sekarang, siapa yang memilih 28 orang itu, sementara semua anak memenuhi kriteria?” ujar Bobby.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin masalah ini berujung pada konflik sosial. Sebagai langkah awal, Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, dijadwalkan akan meninjau langsung ke sekolah tersebut, Selasa (15/7).
Selain itu, Dinas Pendidikan juga telah mengirim surat ke Kementerian Pendidikan untuk mengusulkan penambahan rombongan belajar (rombel) guna mengatasi persoalan ini.
Di sisi lain, terdapat pula sekolah-sekolah yang justru mengalami kekurangan murid. Misalnya, SD 12 Pulau Punjung yang pada tahun ajaran lalu hanya memiliki dua siswa, kini jumlah siswanya meningkat menjadi delapan orang untuk tahun ajaran 2025/2026.
Begitu pula dengan SD 08 Pulau Punjung yang baru menampung 66 siswa dari total kapasitas 98 orang. Berbeda halnya dengan jenjang SMP.
SMP Negeri 1 Pulau Punjung masih menjadi salah satu sekolah favorit dengan delapan rombel yang masing-masing berisi 30 siswa, semuanya telah terisi penuh. SMP Negeri 1 Sitiung juga mengalami kondisi serupa, yakni daya tampung sudah mencapai batas maksimal.
“Permasalahan ketimpangan antara sekolah yang penuh sesak dan sekolah yang kekurangan murid memang harus segera kita atasi agar tidak memicu ketimpangan mutu layanan pendidikan,” tambah Bobby. (ita)
Editor : Novitri Selvia