Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kasus HIV di Dharmasraya Meningkat, Total 49 Pasien Jalani Terapi ARV

Zulfia Anita • Selasa, 25 November 2025 | 12:09 WIB

Yosta Devina
Yosta Devina

PADEK.JAWAPOS.COM-Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Dharmasraya mengalami peningkatan. Hingga tahun 2025, tercatat total pasien HIV sebanyak 49 orang.

Khusus pada tahun 2025, terjadi penambahan kasus baru sebanyak lima orang. Artinya, jumlah 49 orang tersebut merupakan akumulasi dari kasus yang tercatat pada tahun-tahun sebelumnya.

Seluruh pasien tersebut saat ini menjalani terapi Antiretroviral (ARV). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Devina.

“Dari lima kasus baru tersebut, ada yang terdeteksi saat pasien berobat di rumah sakit luar Dharmasraya. Namun karena yang bersangkutan merupakan warga Dharmasraya, pengobatan difokuskan di sini,” ujarnya.

Dari total 49 pasien HIV, sebaran terbanyak terdapat di Kecamatan Koto Baru dengan 12 orang, disusul Kecamatan Pulai Punjung sebanyak 11 orang.

Kecamatan Sitiung mencatat tujuh orang, Kecamatan Timpeh lima orang, Kecamatan Koto Salak empat orang, dan Kecamatan Koto Besar tiga orang.

Posisi terendah ditempati oleh Kecamatan Sungai Rumbai dan Kecamatan Sembilan Koto. Selain itu, tercatat tiga pasien dari luar wilayah.

Yosta Devina menegaskan bahwa HIV bukanlah aib. Semakin banyak warga yang teridentifikasi HIV, semakin baik karena penanganannya dapat dilakukan lebih fokus.

Dinas Kesehatan Dharmasraya semakin gencar melaksanakan edukasi dan pemeriksaan dini, termasuk penyuluhan di seluruh wilayah kerja puskesmas, khususnya kepada kelompok berisiko.

Selain itu, Dinkes Dharmasraya terus memperkuat skrining HIV dengan melakukan pemeriksaan rutin dua kali setahun untuk kelompok berisiko, seperti ibu hamil, pasien TBC, dan warga di lembaga pemasyarakatan.

Data menunjukkan tren kenaikan kasus HIV di Dharmasraya: pada tahun 2023 tercatat 33 pasien, tahun 2024 naik menjadi 44 orang, dan pada tahun 2025 bertambah lagi lima kasus sehingga total menjadi 49 pasien.

Kenaikan ini menunjukkan tren pertumbuhan kasus HIV lokal yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.

Beberapa kendala dalam penanganan HIV antara lain stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), yang membuat banyak orang enggan melakukan tes atau melanjutkan pengobatan karena khawatir dicap negatif.

Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan terus meningkatkan edukasi dan penyuluhan, termasuk menjalin kerja sama dengan nagari, kader kesehatan lokal, dan fasilitas umum untuk menyebarkan informasi pencegahan HIV, cara penularan, dan pentingnya tes dini.

Selain itu, skrining diperluas, menargetkan lebih banyak kelompok berisiko, serta menyediakan layanan rapid test HIV di puskesmas agar deteksi dapat dilakukan lebih awal.

Dukungan mental dan sosial bagi ODHIV juga diberikan melalui pendampingan kelompok sebaya (peer support) untuk mengurangi rasa isolasi. 

“Kenaikan kasus HIV di Dharmasraya menunjukkan bahwa isu ini bukan lagi masalah tersembunyi atau aib, tetapi mulai menjadi perhatian publik. Diharapkan masyarakat lebih proaktif mengikuti tes HIV jika memiliki faktor risiko, mendukung saudara atau tetangga yang hidup dengan HIV agar tidak merasa dikucilkan, serta bekerja sama dengan lembaga kesehatan dan tokoh lokal untuk menyebarkan edukasi dan mengikis stigma,” ujarnya. (ita)

 

Editor : Novitri Selvia
#Dinas Kesehatan Dharmasraya #HIV / AIDs #Yosta Devina