PADEK.JAWAPOS.COM-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Dharmasraya terus mengalami peningkatan sepanjang 2025. Hingga November, total kasus tercatat mencapai 57 kasus.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan wilayah kerja Puskesmas Sitiung IV menjadi daerah dengan kasus tertinggi sebanyak 19 kasus, disusul Puskesmas Koto Baru 13 kasus, serta Puskesmas Sungai Dareh sembilan kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Devina, mengatakan kasus DBD didominasi pasien laki-laki sebanyak 36 kasus, sedangkan perempuan 21 kasus. Rentang usia paling banyak terdampak berada pada kelompok usia 15 hingga 44 tahun.
Baca Juga: Cakupan Jamsostek Sawahlunto Capai 57,83%, BPJS Ketenagakerjaan Bahas Percepatan Universal Coverage
“Tren kasus DBD Januari–November 2025 menunjukkan puncak kasus terjadi pada September dan Oktober. Kenaikan ini berkaitan dengan mulai masuknya musim hujan,” ujarnya.
Musim hujan dengan intensitas tidak menentu menyebabkan populasi nyamuk Aedes aegypti meningkat sehingga memicu pertambahan kasus di masyarakat.
Yosta menyebutkan, sejumlah langkah pencegahan telah dilakukan, mulai dari screening pasien terduga DBD menggunakan RDT, larvasidasi, fogging, hingga promosi kesehatan yang menekankan pentingnya PSN dengan metode 3M Plus.
Baca Juga: Peduli Bencana: Goro Napas Kemanusiaan
“Upaya pencegahan dilakukan baik secara kimiawi melalui fogging dan larvasidasi, maupun melalui edukasi kesehatan melalui media sosial dan layanan di fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat meningkatkan peran dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk. Setiap keluarga juga diminta menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di rumah masing-masing.
“PSN 3M Plus harus dilakukan secara konsisten. Kasus DBD terjadi karena lingkungan yang tidak bersih, diperburuk musim hujan yang menyebabkan genangan air sebagai tempat berkembangnya nyamuk,” tegas Yosta.
Baca Juga: Chery Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang dan Agam
Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran DBD agar tidak terjadi peningkatan kasus di Dharmasraya. (ita)