Capaian tersebut diumumkan melalui data resmi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Dharmasraya.
Kepala Bapperida Kabupaten Dharmasraya, Frinaldi, mengatakan Jari Manis dirancang sebagai penggerak inovasi lintas sektor yang memastikan ide inovatif dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jari Manis kami rancang sebagai penggerak inovasi lintas sektor, bukan sekadar melahirkan ide, tetapi memastikan inovasi benar-benar diimplementasikan dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Frinaldi di Pulau Punjung, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, Jari Manis resmi diluncurkan pada 10 April 2025 di Aula Kantor Bupati Dharmasraya sebagai wadah sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi inovasi antarperangkat daerah.
Program ini mendorong kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah agar inovasi tidak berjalan sendiri-sendiri dan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Menurut Frinaldi, melalui pola pendampingan, asistensi, dan fasilitasi yang berkelanjutan, setiap perangkat daerah diarahkan menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Inovasi harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kewajiban administratif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan Program Jari Manis berada di bawah koordinasi Bapperida Kabupaten Dharmasraya yang berperan merancang strategi, mengawal implementasi, serta memastikan keberlanjutan inovasi daerah.
Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi terus berjalan dan terintegrasi dalam sistem kerja pemerintahan daerah.
Dengan capaian Indeks Inovasi Daerah 2025 tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang adaptif dan responsif terhadap tantangan.
Pemerintah daerah juga menempatkan inovasi sebagai instrumen strategis dalam peningkatan kualitas layanan publik dan tata kelola pemerintahan.(ita)
Editor : Hendra Efison