Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

127 Orang Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis di Dharmasraya

Zulfia Anita • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:34 WIB

Petugas RSUD Sungairumbai memeriksa kondisi salah seorang korban dugaan keracunan MBG di SMA 1 Sungairumbai, kemarin (4/2/2026).
Petugas RSUD Sungairumbai memeriksa kondisi salah seorang korban dugaan keracunan MBG di SMA 1 Sungairumbai, kemarin (4/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM-Dugaan keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Sumbar. Kali ini terjadi di Kabupaten Dharmasraya. Hal tersebut menjadi yang pertama di Sumbar untuk tahun ini.

Sebagaimana diketahui, kasus serupa pernah terjadi tahun lalu. Yakni di Kabupaten Agam dengan jumlah korban lebih dari 100 orang.

Untuk di Dharmasraya, hingga pukul 18.00 kemarin, pemerintah kabupaten setempat mencatat, korban dugaan keracunan MBG berjumlah 127 orang.

Dari jumlah itu, satu orang dirawat di klinik Kesehatan, tiga orang di RSUD Sungairumbai dan dua orang di Puskesmas Kotobaru.

Sementara itu, sebanyak tiga orang dalam observasi di Puskesmas Sungairumbai. Sisanya, 118 orang sudah diizinkan pulang dan melakukan rawat jalan.

Dugaan keracunan itu menimpa para siswa SMA Negeri 1 Sungairumbai, usai menyantap menu MBG, Selasa (3/2) siang. Di antara korban, ada lima ibu hamil yang besar kemungkinan majelis guru, serta dua orang petugas SPPG juga turut jadi korban.

Menindaklanjuti kasus tersebut jajaran Polres Dharmasraya melalui Satresktim langsung turun ke lokasi atau ke rumah sakit, guna meminta keterangan kepada sejumlah pihak.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Dharmasraya Jasman Rizal mengatakan, belum bisa dipastikan apakah korban-korban tersebut keracunan karena mengonsumsi MBG.

Yang pasti sampel makanan sudah diambil untuk diuji di laboratorium.  “Mohon bersabar menunggu hasil laboratorium keluar,” sebutnya.

Ia mengatakan, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani juga sudah mengumpulkan Satgas MBG, untuk mendalami penyebab siswa mengalami gejala keracunan tersebut.

“Sampel-sampel dikumpulkan dan Buk Bupati meminta 1x24 jam, hasil lab sudah keluar. Setelah itu baru kita pastikan apa penyebab gangguan kesehatan tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SMA I Sungairumbai Rini Susila menjelaskan, MBG yang dikonsumsi tersebut merupalan makanan sejenis mie basah dan telur. Menu itu dikonsumsi pada Selasa (3/2) siang.

Namun tidak lama usai mengkonsumsi makanan tersebut ada siswa yang merasa pusing, mual, dan mencret. Karena jam pelajaran di sekolah sudah usai, para siswa pulang ke rumah masing-masing.

Rupanya, sambung dia, sampai di rumah korban semakin banyak. Ada yang mulai merasakan gejala tersebut, sore, malam, tengah malam dan kemarin pagi, saat siswa kembali masuk sekolah.

Menyaksikan hal tersebut, pihak sekolah langsung bergerak cepat dan membawa siswa ke IGD RSUD Sei Rumbai, klinik kesehatan atau puskesmas. “Lima orang majelis guru juga turut jadi korban dugaan keracunan tersebut,” urainya.

Dia menyampaikan, penyebab pasti para siswa dan majelis guru yang mengalami dugaan keracunan tersebut belum bisa dipastikan.

“Di samping itu kami sudah sering berkoordinasi dengan pihak SPPG, agar makanan yang di berikan pada siswa, sebaiknya diganti dengan nasi beserta lauknya. Memang mie tersebut tidak tiap hari di berikan. Tapi saya maunya agar anak-anak diberikan nasi, karena waktu bertepatan dengan makan siang,” ucapnya.

Menurut salah seorang wali murid yang namanya enggan disebutkan, sejak pulang sekolah anaknya sudah mengeluhkan pusing, mual dan mencret-mencret.

Tahap awal dirinya berikan obat tradisional berupa racikan atau remasan daun jambu klutuk. Namun tidak ada perubahan kondisi. Walau sudah dua kali air remasan daun jambu tersebut di minum.

“Karena kondisi anak saya makin lemas, akhirnya saya bawa ke salah satu puskesmas. Di puskesmas langsung ditangani dengan pemberian infus. Tapi belum juga ada perobahan yang signifikan. Akhirnya dirujuk ke RSUD Sungairumbai. Di RSUD anak saya kembali diinfus. Ini sudah infus yang ke dua botol,” urainya, kemarin.

Hal yang sama juga di sampaikan orang tua wali murid lainnya, melihat kondisi anak yang mual, pusing, sakit perut dan mencret, dirinya tidak tega. “Mudah-mudahan kondisi anak saya cepat membaik,” harapnya. (ita)

Editor : Novitri Selvia
#keracunan #Annisa Suci Ramadhani #RSUD Sungairumbai #Mbg #SPPG