Sejak pagi hari, pasar tradisional yang menjadi pusat perdagangan masyarakat setempat itu terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski kondisi pasar masih becek akibat hujan yang turun pada malam sebelumnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk berbelanja berbagai kebutuhan menjelang Lebaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lapak pedagang mulai dipadati pembeli. Masyarakat terlihat antusias mencari beragam kebutuhan, mulai dari pakaian Lebaran, kue kering, hingga perlengkapan rumah tangga.
Selain itu, lapak yang menjual perlengkapan ibadah seperti sajadah dan mukena juga ramai diserbu pembeli. Tak hanya itu, pedagang kain gorden dan tempat kue Lebaran turut merasakan peningkatan kunjungan warga.
Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Rusman (36), mengatakan bahwa meskipun aktivitas jual beli mulai meningkat, namun kondisi penjualan tahun ini masih jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dulu dua minggu sebelum Lebaran masyarakat sudah mulai ramai berbelanja. Tapi tahun ini masih agak sepi. Peningkatan baru terasa hari Minggu ini,” ujarnya.
Ia mengaku lebih berhati-hati dalam menambah stok barang dagangan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari risiko kerugian jika barang tidak terjual.
“Makanya saya tidak menyetok barang terlalu banyak. Takut tidak habis terjual. Kalau modal sudah tidak bisa diputar lagi, itu pasti merugikan pedagang,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Dharmasraya, Weni (29), mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang belum stabil membuatnya harus menyesuaikan pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran.
Ia mengatakan tetap berusaha membeli pakaian baru untuk anak-anaknya, meskipun dengan harga yang lebih terjangkau. “Kondisi ekonomi saya lagi tidak baik. Yang penting anak-anak tetap punya baju Lebaran. Walaupun satu stel harganya hanya sekitar Rp75 ribu,” tuturnya.
Meski daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya pulih, aktivitas perdagangan di Pasar Baru Pulau Punjung diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring semakin dekatnya perayaan Idul Fitri.
Para pedagang pun berharap momentum menjelang Lebaran dapat mendongkrak penjualan sehingga perputaran modal tetap berjalan dan usaha mereka tetap bertahan. (ita)
Editor : Adetio Purtama