Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gerakan Pangan Murah Dharmasraya Digelar 2 Hari, Beras 5 Kg Dijual Rp77 Ribu untuk Kendalikan Inflasi

Hendra Efison • Kamis, 11 Juni 2026 | 20:45 WIB
Gerakan Pangan Murah Dharmasraya
Gerakan Pangan Murah Dharmasraya

PULAU PUNJUNG, PADEK.JAWAPOS.COM – Gerakan Pangan Murah Dharmasraya digelar selama dua hari pada 12-13 Juni 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Melalui program ini, masyarakat dapat membeli beras seharga Rp77.000 per 5 kilogram di dua pasar nagari yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memusatkan kegiatan pada 12 Juni di Pasar Nagari IV Koto, Kecamatan Pulau Punjung, dan 13 Juni di Pasar Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru. Program tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah potensi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Menurut Medison, pelaksanaan kegiatan itu merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat agar daerah aktif melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.

“Pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten mengingatkan pemerintah daerah agar aktif melakukan berbagai intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” kata Medison di Pulau Punjung, Kamis (12/6/2026).

Gerakan Pangan Murah Dharmasraya Sediakan Beras dan Komoditas Pokok

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dapat membeli beras murah. Pemerintah juga menyediakan sejumlah komoditas strategis lainnya seperti bawang merah, minyak goreng, dan cabai yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga.

Pemkab Dharmasraya bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog untuk memastikan pasokan pangan tersedia selama pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan gejolak harga di tingkat konsumen.

Selain itu, pemerintah menerapkan pembatasan pembelian agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu paket komoditas dengan jumlah yang telah ditentukan.

Medison menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena kuota komoditas yang tersedia terbatas. Dengan sistem pembatasan, distribusi pangan murah diharapkan lebih merata dan tepat sasaran.

Upaya Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Menurut Medison, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga merupakan tindak lanjut arahan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani yang meminta perangkat daerah melakukan langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok.

Pemerintah daerah menilai stabilitas harga pangan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, berbagai intervensi terus dilakukan untuk menjaga daya beli warga tetap terjaga.

“Atas arahan Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, inflasi daerah menjadi salah satu indikator yang terus dipantau oleh TPID Dharmasraya. Kenaikan harga komoditas pangan sering menjadi faktor utama yang memengaruhi laju inflasi di tingkat daerah.

Sinergi Pemda, BI dan Bulog Jaga Ketahanan Pangan

Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Selain Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kegiatan juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Bulog, dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga pangan tetap terkendali. Dengan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap program serupa dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Medison mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, partisipasi masyarakat juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk datang sesuai jadwal dan memanfaatkan program ini. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga inflasi Dharmasraya tetap terkendali,” katanya.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap masyarakat memperoleh akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga inflasi tetap stabil serta memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.(*)

Editor : Hendra Efison
#Gerakan Pangan Murah Dharmasraya #inflasi Dharmasraya #harga beras murah #TPID Dharmasraya #pasar murah Dharmasraya