106 Jorong di Dharmasraya Terdampak Kekeringan, Pemkab Kerahkan 16 Mobil Tangki

Zulfia Anita • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:08 WIB
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memantau distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Dharmasraya, Jumat (11/9/2026).
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memantau distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Dharmasraya, Jumat (11/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Kekeringan dan krisis air bersih melanda 106 jorong yang tersebar di 25 nagari dan 10 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Kondisi tersebut berdampak terhadap 13.554 kepala keluarga (KK).

Berdasarkan data yang diterima Dinas Komunikasi dan Informatika hingga Kamis (10/9/2026) malam, hanya Kecamatan Sembilan Koto yang belum melaporkan wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membentuk Satgas Penanganan Kemarau.

Satgas bertugas menangani dampak kemarau, termasuk mendistribusikan air bersih dan menyediakan pompa air untuk areal pertanian yang terdampak kekeringan.

Mulai Jumat (11/9/2026), Pemkab Dharmasraya mengerahkan 16 unit mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak.

Sebanyak empat unit mobil tangki berasal dari Pemkab Dharmasraya, 10 unit dari balai, dan dua unit dari pemerintah provinsi.

“Untuk sementara ada empat unit mobil tangki dari Pemda, 10 unit dari balai dan dua unit dari provinsi yang akan dikerahkan untuk membantu distribusi air kepada masyarakat,” kata Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Distribusi air bersih juga telah dilakukan di sejumlah wilayah. Pada Jumat (11/9/2026), penyaluran dilakukan di Ampang Kuranji, Taratak Tinggi dan Sikabau.

Air bersih juga disalurkan ke Koto Ranah, Koto Laweh, Siguntur, Sungai Duo, Tabek Koto Gadang dan Koto Baru, Tebing Tinggi, Panyubarangan, Kurnia Selatan, Batu Rijal, Gunung Medan, Ranah Palabi, Koto Tuo Siguntur dan Sungai Kambut.

Bupati Annisa menginstruksikan BPBD bersama perangkat terkait melakukan pendataan harian terhadap daerah yang terdampak kekeringan. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk memantau perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat secara berkala.

Selain distribusi air bersih, Pemkab Dharmasraya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun sumur bor di wilayah yang membutuhkan sumber air.

Pemerintah daerah juga mengomunikasikan dukungan dari sejumlah perusahaan untuk mendapatkan tambahan armada mobil tangki guna memperkuat distribusi air bersih.

Annisa menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menghadapi dampak musim kemarau.

“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Dharmasraya memastikan penanganan kekeringan terus dilakukan berdasarkan perkembangan data lapangan.

Pendataan harian akan menjadi dasar dalam menentukan wilayah yang mendapat prioritas distribusi air bersih maupun dukungan sumber air lainnya.(*)

Editor : Hendra Efison
kekeringan Dharmasraya 106 jorong terdampak 16 mobil tangki krisis air bersih dharmasraya