Jalan Rusak 1 Kilometer, Warga Tiumang Galang Rp10 Juta untuk Perbaikan

Zulfia Anita • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:15 WIB
Warga Kecamatan Tiumang melakukan pengecoran jalan rusak secara swadaya, setelah menggalang dana sekitar Rp10 juta.
Warga Kecamatan Tiumang melakukan pengecoran jalan rusak secara swadaya, setelah menggalang dana sekitar Rp10 juta.

PADEK.JAWAPOS.COM– Warga Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, menggalang dana Rp10 juta secara swadaya untuk memperbaiki jalan rusak yang membentang sekitar satu kilometer. Untuk sementara, masyarakat mengecor beton sepanjang 20 meter di titik kerusakan terparah.

Lokasi perbaikan berada di tanjakan setelah jembatan kedua dari arah Kantor Camat Tiumang, sekitar 500 meter dari kantor camat. Ruas yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 3,5 meter.

Sementara itu, kerusakan jalan secara keseluruhan membentang sekitar satu kilometer, mulai dari Simpang Maung hingga Kantor Camat Tiumang.

Perbaikan dilakukan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi salah satu akses utama warga.

Jalan tersebut menunjang berbagai aktivitas, termasuk akses pendidikan, kesehatan, pertanian, dan perkebunan di Kecamatan Tiumang.

“Ini murni gerakan masyarakat untuk memperlancar akses jalan di Kecamatan Tiumang. Kalau dibiarkan, jalan yang rusak ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan,” kata perwakilan masyarakat Kecamatan Tiumang, M. Isnandar, didampingi Suherman.

Isnandar mengatakan dana perbaikan terkumpul secara swadaya dalam waktu sekitar satu minggu. Total dana yang terkumpul mencapai Rp10 juta.

Menurutnya, dana tersebut berasal dari dukungan masyarakat Kecamatan Tiumang dan pihak perusahaan yang memberikan sumbangan untuk pelaksanaan perbaikan jalan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu perbaikan ruas jalan tersebut.

Swadaya masyarakat dilakukan untuk memperlancar akses warga sembari menunggu penanganan jalan secara lebih menyeluruh.

Untuk menjaga kualitas dan ketahanan beton, ruas yang baru dicor ditutup sementara. Kendaraan roda empat atau lebih dilarang melintas selama 15 hari.

Sementara kendaraan roda dua juga ditutup selama tujuh hari selama proses pengeringan beton berlangsung.

Penutupan diberlakukan pada akses dari arah Nagari Koto Beringin-Tiumang menuju Kantor Camat Tiumang, kemudian ke Sipangkur hingga Sungai Langkok.

Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif selama penutupan berlangsung.

Pembatasan tersebut diberlakukan agar beton memiliki waktu cukup untuk mengering dan mencapai ketahanan yang diharapkan.

Meski perbaikan swadaya telah dilakukan pada titik kerusakan terparah, masih terdapat sekitar satu kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Masyarakat berharap perbaikan tersebut dapat membantu memperlancar mobilitas warga. Mereka juga berharap pemerintah dapat melakukan penanganan lebih menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak.(*)

Editor : Hendra Efison
jalan rusak Tiumang warga Tiumang swadaya masyarakat perbaikan jalan dharmasraya