Balap Liar Berulang di Depan Kantor Bupati Dharmasraya, Polisi Siapkan Tim Gabungan

Zulfia Anita • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:10 WIB
Balap liar berulang di depan Kantor Bupati Dharmasraya meresahkan warga. Satlantas menyiapkan tim gabungan untuk melakukan penertiban.
Balap liar berulang di depan Kantor Bupati Dharmasraya meresahkan warga. Satlantas menyiapkan tim gabungan untuk melakukan penertiban.

PADEK.JAWAPOS.COM — Aksi balap liar yang disebut berulang setiap malam Minggu di Kilometer Dua, Jalan Lintas Sumatera, Pulau Punjung, tepat di depan Kantor Bupati Dharmasraya, kembali meresahkan warga.

Selain mengganggu ketenangan malam, aktivitas kebut-kebutan di jalan umum tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

Menanggapi keresahan itu, Satlantas Polres Dharmasraya memastikan penertiban akan dilakukan bersama tim gabungan dan sejumlah stakeholder terkait.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aktivitas balap liar tersebut hampir setiap malam Minggu terjadi di kawasan itu.

Suara knalpot yang meraung serta aksi kebut-kebutan di jalan umum disebut membuat warga tidak nyaman.

Warga berharap kepolisian meningkatkan patroli dan melakukan penindakan secara konsisten.

"Kalau mereka balapan, pengguna jalan lain tentu ikut berisiko. Jangan sampai ada korban baru kemudian dilakukan penertiban," ujarnya.

Menurutnya, para pelaku terkadang juga memarkirkan sepeda motor di tengah jalan sehingga mengganggu kendaraan yang melintas.

Keresahan warga bahkan disebut sempat memicu tindakan spontan. Warga yang kesal dengan aksi balap liar tersebut dikabarkan pernah mengejar para pelaku hingga membawa senjata tajam.

Kondisi itu dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru apabila tidak segera ditangani.

Ketegangan antara warga dan pelaku balap liar berpotensi berkembang menjadi bentrokan.

Warga lainnya mengatakan, para pelaku seolah bermain kucing-kucingan dengan aparat.

Ketika petugas datang, mereka membubarkan diri. Namun, setelah petugas meninggalkan lokasi, aktivitas serupa kembali terjadi.

"Kalau ada aparat mereka bubar. Setelah aparat pergi, mereka kembali lagi. Untuk itu diharapkan aparat Kepolisian lebih meningkatkan patroli di kawasan tersebut," katanya.

Warga menilai kawasan tersebut tidak semestinya dijadikan arena balap karena merupakan jalan lintas yang digunakan masyarakat.

"Ini jalan lintas, bukan tempat untuk balapan. Kami berharap polisi benar-benar menertibkan, bukan hanya membubarkan sementara," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Dharmasraya Iptu Wahyuli Amra memastikan penertiban balap liar akan dilakukan dengan melibatkan tim gabungan bersama sejumlah stakeholder terkait.

Menurut Wahyuli, penanganan balap liar tidak hanya dilakukan oleh personel Satlantas.

Kepolisian akan menggandeng stakeholder terkait dalam penertiban di kawasan tersebut.

"Penertiban tersebut akan dilakukan dengan tim gabungan. Artinya, kami akan melibatkan stakeholder terkait lainnya," kata Wahyuli.

Dia menyebut, aktivitas balap liar di lokasi tersebut sebenarnya sudah beberapa kali ditertibkan kepolisian.

Namun, penanganan menghadapi kendala karena para pelaku kerap membubarkan diri ketika mengetahui kedatangan petugas.

"Begitu kita pergi mereka kembali melakukan aktivitas balap liar," ujarnya.

Wahyuli mengatakan, kondisi tersebut membuat penanganan balap liar membutuhkan pola penertiban yang lebih terkoordinasi.

Selain melakukan pembubaran, keterlibatan sejumlah stakeholder diharapkan dapat memperkuat pengawasan di kawasan yang menjadi lokasi aktivitas balap liar tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
balap liar Pulau Panjung depan Kantor Bupati Dharmasraya polres dharmasraya