Kabut Asap makin Pekat, Siswa PAUD hingga SLTP di Dharmasraya Dipulangkan

Zulfia Anita • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:15 WIB
Petugas Dinas Kesehatan membagikan masker kepada pengendara sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap di Dharmasraya, Senin (5/10/2026).
Petugas Dinas Kesehatan membagikan masker kepada pengendara sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap di Dharmasraya, Senin (5/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Kabut asap yang semakin pekat membuat aktivitas pendidikan di Kabupaten Dharmasraya ikut terdampak. Ribuan siswa jenjang PAUD hingga SLTP sederajat dipulangkan lebih awal pada Senin (5/10/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap dan kualitas udara yang memburuk.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pendidikan juga memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Selasa (6/10/2026). Kebijakan itu diambil karena kondisi udara dinilai tidak sehat dan kabut asap semakin menebal.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut.

“Kondisi tersebut kita ambil mengingat kondisi udara yang tidak sehat,” tegas Bobby.

PJJ Berlaku PAUD hingga SLTP

Menurut Bobby, memburuknya kualitas udara membuat kegiatan belajar mengajar tatap muka perlu disesuaikan. Siswa menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak ketika konsentrasi asap dan polutan di udara meningkat.

Pemulangan lebih awal dilakukan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan. Selanjutnya, pada Selasa (6/10/2026), kegiatan pembelajaran dialihkan dari sekolah ke sistem PJJ.

Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik pada jenjang PAUD hingga SLTP sederajat di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Untuk kegiatan belajar mengajar pada Rabu (7/10/2026), Dinas Pendidikan belum menetapkan apakah PJJ masih akan diberlakukan.

“Untuk proses Belajar Mengajar (PBM) Rabu (7/10) belum ada kebijakan apakah masih diberlakukan PJJ. Tergantung kepada situasi dan kondisi nantinya,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak kabut asap mulai merambah aktivitas pendidikan. Selain mengganggu kegiatan masyarakat di ruang terbuka, kualitas udara yang memburuk membuat sekolah perlu menyesuaikan proses pembelajaran demi mengurangi paparan asap terhadap peserta didik.(*)

Editor : Hendra Efison
kabut asap Dharmasraya siswa Dharmasraya PJJ Dharmasraya kualitas udara