Udara Dharmasraya Masih Tidak Sehat, Pelajar Diminta Tetap Pakai Masker

Zulfia Anita • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:55 WIB
Sejumlah aktivitas perkantoran di Dharmasraya terlihat sepi di tengah kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap. (Zulfia A)
Sejumlah aktivitas perkantoran di Dharmasraya terlihat sepi di tengah kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap. (Zulfia A)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, masih berada pada kategori tidak sehat meski ribuan pelajar kembali mengikuti pembelajaran tatap muka setelah hampir sepekan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Masyarakat, termasuk pelajar, diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Novandri Rismi, mengatakan kualitas udara yang belum sehat menjadi perhatian bersama di tengah aktivitas masyarakat yang kembali berjalan.

Menurut Rismi, kondisi tersebut menunjukkan ancaman pencemaran udara di Dharmasraya belum berakhir.

Sebelumnya, kabut asap memaksa ribuan anak dari tingkat PAUD hingga SMP sederajat mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Artinya dengan status udara tidak sehat tersebut menjadi perhatian bersama jika ancaman pencemaran udara di Dharmasraya belum berakhir. Terlebih, sebelumnya kondisi kabut asap sempat memaksa ribuan anak mulai dari tingkat PAUD hingga SLTP sederajat meninggalkan ruang kelas dan mengikuti pembelajaran dari rumah,” ucapnya.

Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai

Rismi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap penggunaan masker sudah tidak diperlukan hanya karena kegiatan sekolah dan aktivitas masyarakat kembali berlangsung.

Paparan udara tercemar dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan saluran pernapasan.

Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak apabila kualitas udara kembali memburuk.

Orang tua diminta memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak yang mulai kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

“ Aktivitas di luar ruangan yang tidak terlalu mendesak juga sebaiknya dikurangi apabila kondisi udara kembali memburuk. Orang tua juga perlu memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak-anak yang kembali mengikuti pembelajaran di sekolah,” tegasnya.

Warga Diminta Segera Periksa Jika Mengalami Keluhan

Rismi menyarankan masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan paparan udara tercemar.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas, tenggorokan tidak nyaman, atau gangguan kesehatan lainnya.

Imbauan tersebut disampaikan ketika pelajar kembali menjalani kegiatan belajar di sekolah, sementara kualitas udara Dharmasraya masih perlu diwaspadai.

Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak menjadi langkah pencegahan yang ditekankan kepada masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, orang tua dan pihak sekolah perlu memperhatikan kesehatan pelajar selama kegiatan tatap muka berlangsung, terutama apabila kabut asap kembali memburuk.(*)

Editor : Hendra Efison
kabut asap Dharmasraya kualitas udara Dharmasraya ISPU Dharmasraya Pelajar pakai masker Novandri Rismi