PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat realisasi pembangunan Pelabuhan Teluktapang dengan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat infrastruktur logistik sekaligus memperlancar distribusi komoditas unggulan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Pasaman Barat, Yulianto, saat mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Pengaturan BUMN di Jakarta, Rabu (15/4). Rapat yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat itu dihadiri seluruh kepala daerah se-Sumbar.
Dalam forum tersebut, Yulianto secara khusus mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Teluktapang yang diproyeksikan sebagai pusat penampungan (hub) komoditas unggulan serta simpul distribusi logistik di pesisir barat Sumatera.
Ia menekankan urgensi pembangunan fasilitas pendukung pelabuhan, terutama untuk penampungan crude palm oil (CPO) sebagai komoditas utama Pasaman Barat.
“Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat penampungan CPO dan komoditas lainnya sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pasaman Barat,” ujar Yulianto.
Menanggapi hal itu, pihak BP BUMN menyatakan komitmennya dengan rencana menurunkan tim teknis guna meninjau langsung kesiapan dan kebutuhan pembangunan fasilitas pelabuhan. Fokus utama mencakup penyediaan tangki timbun CPO untuk menampung produksi sawit dari Pasaman Barat dan wilayah sekitar, termasuk Mandailing Natal.
Dengan dukungan tersebut, Pelabuhan Teluk Tapang ditargetkan segera beroperasi optimal sebagai gerbang ekspor-impor di pesisir barat Sumatera. Kehadiran pelabuhan ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi logistik sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kawasan. (cr6)
Editor : Adriyanto Syafril