Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sumbar Dorong Investasi Padat Karya

Willian. • Jumat, 17 April 2026 | 10:27 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria saat rapat koordinasi percepatan investasi dan infrastruktur di Jakarta, Rabu (15/4). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria saat rapat koordinasi percepatan investasi dan infrastruktur di Jakarta, Rabu (15/4). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Upaya mempercepat arus investasi dan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat (Sumbar) terus diperkuat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama para bupati dan wali kota se-Sumbar menggelar rapat koordinasi dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Kantor BP BUMN, Jakarta, Rabu (15/4).

Pertemuan ini menegaskan urgensi percepatan realisasi investasi sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam rapat tersebut, Dony Oskaria menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar masih sangat bergantung pada optimalisasi investasi, khususnya pada sektor-sektor produktif yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini, investasi itu belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujarnya.

Ia menegaskan, investasi yang didorong ke depan harus berorientasi pada skema padat karya, bukan semata padat modal, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih proaktif dalam membangun ekosistem investasi yang kondusif, termasuk melalui penguatan hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian regulasi bagi investor.

“Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan,” tegasnya.

Selain itu, Dony juga mengingatkan pentingnya memastikan dampak ekonomi investasi tetap berada di daerah, antara lain melalui keterlibatan tenaga kerja lokal serta pencatatan badan usaha di Sumbar.

“Investasi tidak cukup hanya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menambah penerimaan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Sumbar memiliki peluang besar untuk menarik investor melalui berbagai sektor unggulan, seperti hilirisasi kelapa dan gambir, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, sektor pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.

 

Di sisi lain, percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumbar juga dinilai krusial untuk meningkatkan daya tarik investasi, mengingat infrastruktur menjadi faktor utama dalam keputusan investasi.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi investasi serta pembangunan infrastruktur prioritas. Ia juga meminta dukungan konkret dari Danantara dan BP BUMN untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi daerah.

Mahyeldi mengungkapkan, Pemprov Sumbar telah memetakan sejumlah proyek prioritas yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, baik yang sedang berjalan maupun dalam tahap perencanaan.

Beberapa proyek yang telah menunjukkan progres antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Lembah Anai.

Namun, ia mengakui masih terdapat proyek yang berjalan lambat, seperti pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang yang terkendala keterbatasan anggaran daerah.

“Untuk percepatannya, kami membutuhkan dukungan dari Danantara,” ungkap Mahyeldi.

Adapun sejumlah program yang masih dalam tahap perencanaan meliputi penyusunan peta jalan Sumbar Hijau, reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai dan Mandeh, serta pelebaran ruas jalan Bukittinggi–Payakumbuh.

Mahyeldi optimistis, sinergi antara Danantara, BUMN, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota akan mampu mempercepat realisasi investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar ke arah yang lebih positif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi sejumlah kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar, antara lain Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Dinas Perkimtan Ardiansyah, Kepala DPMPTSP Luhur Budianda, Kepala Dinas BMCKTR Armi, Kepala Biro Adpim Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Badan Penghubung Aschari. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pembangunan #sumbar