Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dorong Pemulihan Ekonomi lewat Pembiayaan UMKM

Willian. • Rabu, 6 Mei 2026 | 09:50 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Ketua Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menunjukkan dokumen nota kesepahaman usai penandatanganan kerja sama pemberdayaan ekonomi UMKM di Istana Gubernuran, Padang, Selasa (5/5). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Ketua Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menunjukkan dokumen nota kesepahaman usai penandatanganan kerja sama pemberdayaan ekonomi UMKM di Istana Gubernuran, Padang, Selasa (5/5). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggandeng Dompet Dhuafa dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi melalui skema pembiayaan UMKM tanpa bunga. Kolaborasi strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di Istana Gubernuran, Selasa (5/5).

Kerja sama ini berfokus pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program MUFAKAT (Modal Usaha Bermanfaat untuk Masyarakat), yakni skema pembiayaan mikro berbasis syariah dengan bunga nol persen.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

“Kerja sama ini bertujuan membantu UMKM terdampak agar dapat kembali bangkit melalui pembiayaan nol persen. Ini sebuah terobosan karena belum ada skema seperti ini sebelumnya,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan, sektor UMKM merupakan kelompok paling rentan setiap kali terjadi bencana. Pengalaman terputusnya akses jalan di Lembah Anai pada 2024 menjadi pelajaran penting, dengan kerugian ekonomi akibat terhentinya mobilitas diperkirakan mencapai Rp40 miliar per hari.

“Ketika akses terputus, UMKM langsung terpukul. Bahkan usaha kuliner yang sudah memiliki nama besar seperti Sate Mak Syukur juga sempat tutup sementara,” ungkapnya.

Menurut Mahyeldi, keberlangsungan usaha masyarakat harus menjadi perhatian utama agar proses pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi dasar terjalinnya kerja sama dengan Dompet Dhuafa.

Sementara itu, Ketua Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus memperluas program pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami fokus membantu penyintas bencana banjir dan longsor, sekaligus memperluas pemberdayaan ekonomi di berbagai sektor dan wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program serupa direncanakan akan diimplementasikan di lima provinsi di Indonesia pada tahun ini.

“Mudah-mudahan kerja sama ini semakin memperluas manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional,” tutup Ahmad.

 

Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penandatanganan kerja sama program microfinance antara Dompet Dhuafa dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembiayaan UMKM berbasis syariah. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#Pemulihan Ekonomi Pascabencana #umkm