PADEK.JAWAPOS.COM - Di tengah jejak panjang sejarah tambang batubara, Kota Sawahlunto mulai menyemai harapan baru dari sektor pertanian. Aroma kopi robusta kini tumbuh dari lereng-lereng kebun di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin.
Senin (11/5), Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah meninjau langsung pengembangan perkebunan kopi robusta yang dikelola Kelompok Tani Harapan Baru.
Kunjungan diawali dari lokasi pembibitan kopi milik kelompok tani tersebut. Ratusan bibit kopi tampak berjajar rapi menunggu ditanam di lahan perkebunan warga. Dari lokasi pembibitan, rombongan kemudian bergerak menuju tempat pengolahan kopi di Sekretariat Kelompok Tani Harapan Baru.
Pengembangan kopi robusta itu mendapat dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kota Sawahlunto menggandeng Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan serta PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PTBA-UPO) yang membantu penyediaan bibit kopi bagi para petani.
Tak sekadar melakukan peninjauan, wali kota bersama rombongan juga ikut mengikuti aktivitas panen kopi bersama petani. Pemerintah ingin memastikan pengembangan kopi robusta tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi juga didukung akses infrastruktur menuju kebun agar hasil produksi lebih mudah dipasarkan.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Asisten Manajer PT Bukit Asam, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Camat Barangin, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kini, di tengah identitas Sawahlunto sebagai kota warisan dunia yang lekat dengan sejarah batubara, perkebunan kopi mulai dipandang sebagai peluang ekonomi baru. Dari tangan para petani di lereng Barangin, kopi robusta perlahan disiapkan menjadi sumber penghidupan alternatif sekaligus potensi pengembangan agrowisata di Kota Sawahlunto. (cc2)
Editor : Adriyanto Syafril