PADEK.JAWAPOS.COM - Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menegaskan bahwa potensi kerajinan daerah tidak boleh berhenti hanya pada anyaman mansiang semata. Ia meminta agar seluruh produk kerajinan unggulan asal Limapuluh Kota mendapat perhatian dan pembinaan serius dari Bank Indonesia agar mampu bersaing dan menembus pasar internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Safni sebagaimana dirilis melalui Facebook Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (15/5), saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan peralatan usaha bagi UMKM di Jorong Taratak, Nagari Kubang, Selasa (12/5) awal pekan ini.
Menurutnya, Limapuluh Kota memiliki kekayaan karya masyarakat yang tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk luar negeri.
Potensi itu mencakup anyaman tradisional seperti mansiang, tenun, olahan kreatif berbasis alam, hingga berbagai produk kerajinan tangan bernilai seni tinggi.
“Selama ini anyaman mansiang sudah mulai dikenal luas bahkan mendapat pesanan hingga ribuan pcs setiap bulan dari berbagai negara. Namun kita tidak boleh berhenti di situ. Masih banyak produk kerajinan masyarakat Lima Puluh Kota yang punya kualitas dan nilai jual tinggi untuk dibawa ke pasar dunia,” ujar Safni.
Bupati juga meminta Bank Indonesia untuk terus hadir memberikan pembinaan, pendampingan, akses pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk dan kemasan bagi para pelaku UMKM di daerah.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting agar produk lokal dapat naik kelas dan memenuhi standar pasar global. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor kerajinan rakyat bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga upaya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal Minangkabau agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Safni menambahkan, kerajinan tradisional yang diwariskan turun-temurun harus dijadikan kekuatan ekonomi baru masyarakat.
“Kalau dikelola serius, kerajinan daerah bisa menjadi sumber penghasilan besar bagi masyarakat. Kita ingin produk-produk dari kampung-kampung di Lima Puluh Kota nantinya hadir di pameran nasional bahkan internasional,” tegasnya. (fdl)
Editor : Adriyanto Syafril