Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Satu Tahun Welly-Parulian Pimpin Kabupaten Pasaman: Mengurai Pengangguran, 1.000 Lapangan Kerja Mulai Bergerak

Willian. • Senin, 25 Mei 2026 | 06:50 WIB
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) Pasaman Ariswan bersama jajaran Kepala Dinas Pendidikan Muslim serta Kepala Disparporabud Aprialdi Said foto bersama usai  pemaparan capaian progul, Kamis (21/5). (DOK Diskominfo Pemkab Pasaman)
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) Pasaman Ariswan bersama jajaran Kepala Dinas Pendidikan Muslim serta Kepala Disparporabud Aprialdi Said foto bersama usai pemaparan capaian progul, Kamis (21/5). (DOK Diskominfo Pemkab Pasaman)

Di tengah ketatnya persaingan kerja dan sulitnya peluang usaha di daerah, secercah harapan mulai tumbuh bagi ribuan pencari kerja di Kabupaten Pasaman.

Program unggulan “1.000 Lapangan Kerja”yang digagas Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian perlahan mulai menunjukkan hasil nyata.

Laporan : Wilian Abib

Bagi sebagian masyarakat, program ini bukan sekadar janji politik atau angka di atas kertas. Ia menjadi simbol harapan baru tentang masa depan yang lebih pasti.

Pemerintah Kabupaten Pasaman menjadikan program tersebut sebagai salah satu agenda prioritas dalam lima tahun kepemimpinan Welly–Parulian.

Fokusnya tidak hanya membuka lowongan kerja, tetapi juga membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan melalui penguatan keterampilan, investasi daerah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berbagai langkah kini mulai dijalankan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) Pasaman.

Program itu dirancang untuk membuka peluang kerja produktif melalui identifikasi potensi lokal, penguatan UMKM, pengembangan sektor padat karya, hingga penciptaan wirausaha baru.

Tidak hanya menyasar pencari kerja umum, program ini juga diarahkan bagi penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan berbasis responsif gender agar akses kesempatan kerja semakin terbuka luas.

Kepala Dinas KUPTK Pasaman, Ariswan, mengatakan target 1.000 lapangan kerja merupakan agenda besar yang membutuhkan proses bertahap dan pondasi yang kuat.

“Target 1.000 lapangan kerja tidak mungkin dicapai secara instan. Tahun pertama ini menjadi pondasi agar peluang kerja terus tumbuh dan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri,” ujarnya saat konferensi pers di Media Center Diskominfo Pasaman, Kamis (21/5).

Di tahun pertama pemerintahan, Pemkab Pasaman mulai memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Pelatihan vokasi dan sertifikasi keterampilan diperkuat agar masyarakat memiliki daya saing dan siap menghadapi kebutuhan industri modern yang terus berubah.

Sejumlah program mulai digerakkan, mulai dari Program Petani Milenial, magang nasional dan luar negeri, hingga penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Pemerintah daerah juga mendorong tumbuhnya industri kecil menengah serta hilirisasi sektor pangan yang diyakini mampu membuka peluang kerja baru di Pasaman.

Di balik optimisme itu, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pasaman tahun 2025 mencapai 175.349 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 9.276 orang masih berada dalam kategori pengangguran dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,29 persen.

Angka itu menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Terlebih, dunia kerja kini terus berubah dengan meningkatnya sektor informal dan tuntutan keterampilan yang semakin spesifik.

Karena itu, Pemkab Pasaman mulai memperluas kerja sama dengan sektor swasta untuk membuka akses penyaluran tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja terpadu.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan program ini bukan semata tentang berapa banyak tenaga kerja terserap.

Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi produktif yang dapat menggerakkan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, Program Unggulan 1.000 Lapangan Kerja kini menjadi tanda bahwa harapan itu masih adadan perlahan mulai tumbuh dari Pasaman. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#pemkab pasaman