Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Industri Utamakan Adaptasi, Pegadaian Bekali Mahasiswa Literasi Keuangan

Willian. • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:23 WIB
Mahasiswa Universitas Andalas mengikuti seminar “Siap Kerja, Siap Berkarya: Menjadi Lulusan Adaptif di Era Digital” yang digelar PT Pegadaian Area Padang di The Gade Creative Lounge Unand, Kamis (4/6). Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai adaptasi di dunia kerja serta pentingnya literasi keuangan dan investasi sejak dini.
Mahasiswa Universitas Andalas mengikuti seminar “Siap Kerja, Siap Berkarya: Menjadi Lulusan Adaptif di Era Digital” yang digelar PT Pegadaian Area Padang di The Gade Creative Lounge Unand, Kamis (4/6). Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai adaptasi di dunia kerja serta pentingnya literasi keuangan dan investasi sejak dini.

PADEK.JAWAPOS.COM - Tingginya nilai akademik tidak lagi menjadi jaminan utama bagi lulusan perguruan tinggi untuk memenangkan persaingan di dunia kerja. Di tengah percepatan transformasi digital, industri kini lebih membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan dengan cepat.

Fenomena tersebut menjadi perhatian PT Pegadaian Area Padang. Melalui program edukasi bertajuk “Siap Kerja, Siap Berkarya: Menjadi Lulusan Adaptif di Era Digital”, perusahaan pelat merah itu mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat literasi keuangan sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di The Gade Creative Lounge Universitas Andalas (Unand), Kamis (4/6), berlangsung hangat dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, mengatakan paradigma dunia kerja saat ini telah berubah secara signifikan. Kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding sekadar capaian akademik.

“Industri saat ini tidak lagi membutuhkan siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi,” ujar Heru.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan untuk bergerak lincah, fleksibel, serta menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas. Selain penguasaan hard skill dan soft skill, generasi muda juga perlu membangun mental yang kuat dan memiliki sikap (attitude) yang baik.

Tak hanya itu, kemampuan memanfaatkan teknologi atau menjadi tech savvy juga menjadi kebutuhan penting di era digital. Heru menambahkan, mahasiswa perlu memperhatikan aspek personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, serta menjaga jejak digital yang positif karena menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Selain membahas kesiapan memasuki dunia kerja, Pegadaian juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran finansial generasi muda. Menurut Heru, mahasiswa perlu mulai menghindari perilaku konsumtif dan membiasakan diri berinvestasi sejak dini.

Salah satu instrumen investasi yang diperkenalkan kepada peserta adalah tabungan emas, yang dinilai aman dan terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Melalui kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin, mahasiswa diharapkan mampu mempersiapkan kebutuhan masa depan dengan lebih baik.

“Dengan menabung emas, mahasiswa dapat belajar berinvestasi sejak dini dan mempersiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terencana,” tambahnya.

 

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Pegadaian juga memperkenalkan berbagai layanan yang dapat mendukung perencanaan masa depan generasi muda. Layanan tersebut meliputi tabungan emas, pembiayaan haji dan umrah, hingga pembiayaan multiguna yang dapat dimanfaatkan secara bijak sesuai kebutuhan.

Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara cerdas sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin dinamis. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pt pegadaian #Universitas Andalas (Unand)