PADEK.JAWAPOS.COM -- Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pakandangan di Kecamatan Enamlingkung, kemarin. Kunjungan tersebut bertujuan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam sidak itu, Bupati didampingi Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Taslim Letter, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Koperasi Hendri Satria, Kepala Dinas PUPR El Abdes Marsyam, Kepala Dinas Kominfo Zahirman, serta Camat Enamlingkung Joni Firman.
Memanfaatkan momentum hari balai besar Pasar Pakandangan, John Kenedy Azis berkeliling pasar untuk melihat langsung aktivitas jual beli sekaligus berdialog dengan para pedagang mengenai perkembangan harga berbagai komoditas kebutuhan pokok.
“Hari ini merupakan hari balai besar Pasar Pakandangan. Karena itu kami ingin melihat langsung perkembangan harga kebutuhan pokok seperti cabai, cabai rawit, bawang, dan komoditas lainnya agar pemerintah memiliki gambaran yang jelas terhadap kondisi pasar,” ujar Bupati.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga cabai mengalami kenaikan sekitar Rp20 ribu per kilogram dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, harga bawang masih terpantau relatif stabil.
Selain memonitor harga, Bupati juga meninjau tingkat kebersihan dan kondisi fasilitas yang ada di pasar. Menurutnya, pasar tradisional harus terus dibenahi agar tetap kompetitif dan menjadi pilihan masyarakat di tengah berkembangnya perdagangan berbasis digital.
“Kita ingin pasar ini semakin menarik dan nyaman sehingga lebih banyak dikunjungi masyarakat. Saat ini aktivitas pasar tradisional memang menghadapi tantangan karena harus bersaing dengan perdagangan online. Karena itu, perbaikan fasilitas dan lingkungan pasar menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, John Kenedy Azis menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk merevitalisasi sejumlah fasilitas pasar yang ditargetkan mulai direalisasikan paling lambat pada 2027.
Beberapa fasilitas yang menjadi prioritas pembenahan meliputi perbaikan lantai pasar, terutama di area pedagang ikan yang masih basah dan licin, pembangunan sistem drainase yang lebih baik guna memperlancar aliran limbah, serta penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) demi meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
“Lantai pasar, terutama di kawasan pedagang ikan, perlu diperbaiki agar lebih aman dan nyaman. Drainase juga akan dibenahi supaya tidak terjadi genangan. Selain itu, fasilitas MCK akan kita tambah sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” jelasnya.
Bupati juga menanggapi aspirasi pedagang terkait persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah. Ia menyebut pemerintah daerah melalui dinas terkait telah menambah sejumlah kontainer sampah guna mendukung terciptanya lingkungan pasar yang bersih dan sehat.
“Alhamdulillah, kontainer sampah sudah mulai ditambah. Kami berharap upaya ini dapat membantu menjaga kebersihan pasar sehingga aktivitas jual beli berlangsung dalam lingkungan yang nyaman, sehat, dan tertata,” tuturnya. (apg)
Editor : Adriyanto Syafril