Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Data Akurat Penentu Arah Pembangunan

Willian. • Senin, 29 Juni 2026 | 06:45 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (28/6). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (28/6). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Akurasi data menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Karena itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh masya­rakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan memberikan data yang benar, leng­kap, dan jujur kepada petugas sensus.

Menurut Mahyeldi, data ekonomi yang akurat merupakan fondasi utama dalam me­r­u­muskan kebijakan pem­bangunan yang tepat sasaran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejah­te­ra­an masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sumatera Bara­t bersama Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (28/6).

Mahyeldi menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memotret kondisi dan dinamika perekonomian daerah secara menyeluruh.

“Melalui Sensus Eko­no­mi 2026, kita akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan per­kem­bangan usaha di Provinsi Sumatera Barat. Da­ta yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan pen­ting dalam mendorong pertumbuhan eko­nomi, memperkuat dunia usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi BPS beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan sensus di Sumbar. Menurutnya, di tengah pesatnya per­kem­bangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi ma­syarakat, dan munculnya berbagai jenis usaha baru, pemerintah mem­butuhkan data yang valid­ sebagai dasar perenca­na­an, monitoring, hingga evaluasi pembangunan.

“Melalui data yang akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pe­ngembangan UMKM, pembangunan infrastruktur eko­nomi, hingga peningkatan daya saing pelaku usaha,” katanya.

Mahyeldi juga meng­apre­siasi BPS Provinsi Sumbar yang telah menerjunkan sebanyak 5.480 petugas sensus untuk melakukan pendataan lapangan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Ia mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat memberikan du­kungan agar proses penda­ta­an berjalan lancar.

Ia memastikan data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Data masyarakat dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang. Data tersebut akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kebijakan yang lebih tepat sasaran, seperti bantuan usaha, pelatihan, perbaikan pasar, hingga kemudahan perizinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyebut pencanangan Sensus Ekonomi 2026 menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan data ekonomi yang berkualitas.

Untuk itu, ia mengharapkan dukungan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, For­kopimda, BUMD, tokoh ma­syarakat, hingga pelaku usaha agar seluruh aktivitas ekonomi di Sumatera Barat dapat tercatat secara menyeluruh.

Kepada para petugas sensus, Gubernur berpesan agar menjalankan tugas secara profesional, penuh semangat, dan menjunjung tinggi integritas sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat selama proses pendataan.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, meng­apresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mendukung pelaksanaan Sen­sus Ekonomi 2026.

Me­nu­rutnya, pencanangan yang digelar bersamaan dengan kegiatan Car Free Day menjadi momentum yang tepat karena menggambarkan secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat.

Sonny menjelaskan, Su­ma­tera Barat memiliki po­tensi­ ekonomi yang besar dengan didukung dominasi penduduk usia produktif serta lebih dari 715 ribu unit usa­ha, yang sebagian besar me­ru­pakan usaha mikro dan kecil.

Karena itu, hasil sensus akan menjadi pijakan pen­ting dalam merumuskan berbagai kebijakan pengembangan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Seluruh data yang dikumpulkan hanya digu­na­kan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pem­bangunan serta dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan data yang benar. Dengan data yang le­ng­kap dan akurat, pemerintah dapat menyusun berbagai program pembangunan yang semakin tepat sasaran bagi pelaku usaha maupun ma­sya­rakat,” ujarnya.

Pencanangan Sensus Eko­nomi 2026 Provinsi Sumbar turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Pro­vinsi Sumbar, kepala perangkat daerah, serta berbagai unsur masyarakat dan pelaku usaha. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pelaku usaha didata #pajak usaha #UMKM Sumbar #Data Akurat #Sensus Ekonomi 2026