BRI di Bawah Danantara Tancap Gas, Tebar Dividen Rp52,1 Triliun hingga Perkuat UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

jpg • Dipublikasikan Minggu, 5 Juli 2026 | 11:50 WIB
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI)

PADEK.JAWAPOS.COM –PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan kinerja positif di bawah supervisi Danantara dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari Tahun Buku 2025. Nilai tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Perseroan dan mempertegas posisi BRI sebagai salah satu kontributor dividen terbesar bagi negara.

Keputusan pembagian dividen sebesar Rp346 per saham itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026. Kebijakan tersebut didukung oleh laba bersih konsolidasian BRI sepanjang 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Kinerja positif itu berlanjut pada awal 2026. Hingga triwulan I, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp1.562 triliun atau naik 13,7 persen secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun, meningkat 9,4 persen secara tahunan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional di bawah supervisi Danantara.

"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah," kata Hery.

Transformasi BRI Dipacu Lewat BRIVolution Reignite

Memasuki fase baru di bawah Danantara, BRI menjalankan strategi transformasi melalui program BRIVolution Reignite. Program tersebut difokuskan untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, mempercepat digitalisasi, serta membuka sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Perseroan juga meluncurkan Corporate Rebranding bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-130 pada Desember 2025. Langkah tersebut mempertegas identitas BRI sebagai "Satu Bank untuk Semua" dengan pendekatan yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan seluruh segmen nasabah.

Transformasi itu turut memperbaiki struktur pendanaan Perseroan. Hingga triwulan I 2026, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 13,2 persen menjadi Rp1.058,6 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 68,07 persen.

Perbaikan komposisi dana tersebut berhasil menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen, dibandingkan 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi itu ditopang oleh meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, serta layanan QRIS BRI.

Perkuat UMKM hingga Perumahan Rakyat

Komitmen BRI terhadap ekonomi kerakyatan juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang hingga Mei 2026 mencapai Rp84,36 triliun, atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp180 triliun.

Sebanyak 67,18 persen pembiayaan KUR disalurkan ke sektor produktif. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp35,91 triliun, mempertegas posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Di sektor perumahan, BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) sebesar Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur hingga akhir Mei 2026. Perseroan juga menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.

Selain pembiayaan, BRI terus memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui 5.245 Desa BRILiaN, 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta pengembangan lebih dari 43 ribu klaster usaha dalam program Klasterku Hidupku guna mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Kontribusi perusahaan anak juga semakin besar. Hingga akhir triwulan I 2026, entitas anak BRI membukukan laba Rp3,89 triliun, atau berkontribusi 25,1 persen terhadap laba bersih konsolidasian Perseroan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengatakan kinerja positif bank-bank Himbara menjadi modal penting dalam memperkuat pembiayaan sektor produktif.

Menurutnya, penguatan intermediasi perbankan akan mendorong pertumbuhan industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, UMKM, hingga sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.(*)

Editor : Hendra Efison
dividen BRI 2026 kinerja BRI 2026 BRIVolution Reignite Kredit Usaha Rakyat BRI bank bri