Masjid Agung Istiqlal Muaro berada di Jalan M Syafei, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Selain sebagai tempat beribadah, saat Ramadhan juga menjadi lokasi favorit ngabuburit bagi masyarakat sekitar.
Jelang buka puasa, masyarakat sekitar betah bersantai di san. Selain memiliki pekarangan dan halaman parkir yang cukup luas, di sana juga tumbuh pohon-pohon rindang dan kurma.
Bangunan masjid bertingkat dua. Ini masuk kategori masjid besar yang memiliki empat orang imam tetap. Luas bangunan secara keseluruhan berkisar 9.410 m2 di atas tanah seluas 9.990 m2 yang berstatus tanah wakaf.
Di hari biasa, jamaah Masjid Istiqlal sekitar 150-200 orang. Namun di bulan suci Ramadhan bisa meningkat sampai datangnya Idul Fitri.
Warna cat hijau mendominasi bangunan Masjid Agung kebanggaan masyarakat Sijunjung tersebut. Di bagian kubah bercorak ala Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa Palestina), plus didukung sebuah menara besar pada sisi kiri arah depan.
Di waktu-waktu tertentu kalangan pedagang asongan tak ketinggalan mengais rezeki di sini, menjual bermacam pernak pernik seperti tasbih, peci, sajadah, baju gamis, mukena, jilbab, parfum, serta buku-buku Islami, dan kitab suci Al Quran.
Elwis, 62, salah-seorang jamaah masjid merasa nyaman berkunjung ke kompleks Masjid Agung Istiqlal Sijunjung. Menurutnya bangunan Masjid Istiqlal Muaro Sijunjung tidak hanya megah. Namun juga memberikan kenyamanan bagi siapa orang yang datang ke sini. “Sekadar mengisi waktu luang saya suka bersantai di komplek masjid ini, terutama pada Jumat sore,” ujarnya.
Menurutnya, Masjid Agung Istiqlal strategis sebagai lokasi mencari inspirasi. Lingkungannya tertata rapi, teduh, serta bersih. Nuansa religius terasa kental, desain bangunannya terbilang megah.
Kabag Kesra Kabupaten Sijunjung Jupri menyebutkan, Masjid Agung Istiqlal Sijunjung merupakan salah-satu masjid representative yang mampu menampung jamaah dalam jumlah besar. Tak heran bila berbagai kegiatan akbar tingkat kabupaten bahkan provinsi kerap digelar di masjid ini. Di antaranya manasik haji.
Masjid kebanggaan masyarakat Sijunjung juga ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha setiap tahunnya, selain Lapangan M Yamin Muaro Sijunjung.
“Rencana, Pemkab Sijunjung akan mengembangkan Masjid Agung Istiqlal menjadi pusat kajian Islam atau Islamic Centre. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang demi untuk menjawab kebutuhan nasyarakat,” ujarnya.
Guna memberikan rasa aman bagi pra jamaah dalam pelaksanaan Shalat Tarwir, kawasan masjid ini setiap harinya mendapat pengawalan ekstra petugas keamanan Polres Sijunjung, Satpol PP, Dishub serta pihak terkait lainnya.
Kapolres Sijunjung AKBP Andre Anas mengungkapkan, hal ini dilakukan dengan sasaran penertiban arus lalu lintas di depan masjid dan mencegah terjadinya gangguan keamanan, kamtibmas selama ritual Shalat Tarwih berjamaah berlangsung.
Proses pengamanan berkoordinasi dengan pengurus Masjid Istiqlal Muaro dan kelompok masyarakat lainnya guna memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah. Terutama mengantisipasi gangguan kamtibmas yang pada sewaktu-waktu bisa saja muncul.
“Dalam giat rutin pengamanan kita juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganngu kondusifitas kamtibmas,” tegasnya. Dengan kehadiran pihak Kepolisian di lapangan diharapkan segenap jamaah dapat lebih khusuk menjalankan ibadah setiap harinya. (YULICEF ANTHONY--Sijunjung)
Editor : Novitri Selvia