Kisah Abby dan Brittany pertama kali menarik perhatian luas ketika mereka tampil di "The Oprah Winfrey Show" pada tahun 1996.
Kemudian, mereka membintangi serial realitas TLC "Abby and Brittany" yang menunjukkan kehidupan mereka sehari-hari, termasuk mengemudi, bepergian ke Eropa, dan bahkan mengendarai moped.
Setelah pertunjukan berakhir, Abby dan Brittany fokus pada pendidikan mereka dan lulus dengan gelar dalam pendidikan. Abby dan Brittany sekarang menjadi guru matematika kelas lima di sebuah sekolah dasar di New Brighton, Minnesota.
Seperti dilansir Dailymail, hubungan Abby dengan Josh, ayah satu anak, masih luput dari perhatian hingga saat ini. Si kembar menjalani kehidupan yang lebih tenang dan tidak menjadi sorotan dalam 10 tahun terakhir.
Baru-baru ini, akun TikTok @abbyandbrittanyhensel memposting klip yang memamerkan hari pernikahan Abby. Akun Facebook Britt And Abby juga menampilkan foto pasangan bahagia tersebut.
Upacara pernikahan berlangsung pada tahun 2021. Si kembar mengenakan gaun pengantin tanpa lengan dengan detail renda, sementara pengantin pria mengenakan setelan abu-abu.
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan si kembar dan pengantin pria menikmati tarian di hari besar tersebut.
Keinginan Menjadi Ibu
Abby dan Brittany adalah kembar siam dicephalus, yang berarti mereka berbagi aliran darah dan semua organ di bawah pinggang. Abby mengontrol lengan dan kaki kanan mereka, sedangkan Brittany mengontrol tangan kiri.
Ketika mereka lahir pada tahun 1990, orang tua mereka memutuskan untuk tidak melakukan operasi pemisahan karena dianggap terlalu berisiko.
Meskipun memiliki kondisi yang unik, Abby dan Brittany memiliki impian untuk menjadi ibu suatu hari nanti.
"Itu mungkin sesuatu yang bisa berhasil karena organ-organ tersebut bekerja untuk mereka," kata Patty Hensel, ibu mereka, dalam sebuah film dokumenter tahun 2003.
"Ya, kami akan menjadi ibu," kata Brittany. "Kami belum memikirkan bagaimana menjadi ibu akan berhasil. Tapi kami baru berusia 16 tahun –kami tidak perlu memikirkan hal itu sekarang," ungkapnya ketika itu.
Kembar siam ini memiliki akta kelahiran dan paspor sendiri. Mereka dibesarkan oleh orang tua mereka, Patty dan Mike, pasangan perawat dan tukang kayu.
Patty tidak tahu dia mengandung anak kembar sampai melahirkan di rumah sakit setempat tempat dia bekerja.
Keluarga Mike dan Patty telah tinggal di komunitas pertanian kecil di wilayah barat tengah Minnesota yang beranggotakan 300 orang selama beberapa generasi. Di sinilah mereka membesarkan si kembar, adik laki-laki Dakota, dan adik perempuan Morgan, jauh dari sorotan media.
Kisah Abby dan Brittany adalah contoh inspiratif tentang bagaimana mereka menjalani hidup dengan penuh semangat dan optimisme. Mereka tidak membiarkan kondisi mereka menghalangi mereka untuk mencapai impian dalam hidup.
Berdasarkan artikel Dailymail, kembar siam adalah fenomena langka yang terjadi ketika dua janin gagal terpisah sepenuhnya di dalam rahim. Hal ini menyebabkan mereka dilahirkan dengan tubuh yang terhubung, dan dapat memiliki berbagai tingkat keterikatan fisik.
Hanya satu dari 40.000 bayi yang lahir kembar siam, dan hanya 1% dari mereka yang mampu bertahan hidup setelah tahun pertama. Penyebabnya adalah sel telur yang telah dibuahi mulai membelah menjadi dua embrio beberapa minggu setelah pembuahan, namun prosesnya berhenti sebelum selesai.
Tipe kembar siam yang paling umum adalah bayi kembar yang menyatu di bagian dada atau perut. Keberhasilan operasi pemisahan tergantung di mana si kembar disatukan. Dokter hanya dapat mengetahui organ mana yang dimiliki oleh saudara kandung tersebut, dan oleh karena itu dokter merencanakan operasi, setelah mereka lahir. Setidaknya satu kembaran memiliki peluang 75% untuk bertahan hidup.
Pasangan kembar siam paling terkenal adalah Chang dan Eng Bunker, yang lahir pada tahun 1811 dan bepergian bersama sirkus PT Barnum. Mereka lahir di Siam dan dikenal sebagai si kembar siam.
Abby dan Brittany Hensel adalah contoh kembar siam yang memiliki kondisi yang sangat langka, parapagus dicephalic. Mereka memiliki dua kepala dan satu tubuh dengan dua tangan dan dua kaki.
Dari pinggang ke bawah, seluruh organ, termasuk usus, kandung kemih, dan organ reproduksi, saling berbagi.
Meskipun mereka dilahirkan dengan tiga tangan, salah satunya telah diangkat melalui pembedahan.
Brittany (kembar kiri) tidak bisa merasakan apapun di tubuh bagian kanan, dan Abigail (kembar kanan) tidak bisa merasakan apa pun di sisi kirinya.
Namun, secara naluriah anggota tubuh mereka bergerak seolah-olah dikoordinasikan oleh satu orang, bahkan ketika mengetik email di komputer.
Jarang sekali anak kembar seperti Abby dan Brittany dapat bertahan hidup hingga dewasa.
Meskipun demikian, mereka dalam keadaan sehat, tanpa cacat jantung atau kegagalan organ.
Mereka dapat, misalnya, bersama-sama menulis email dengan sedikit diskusi dan sering kali menyelesaikan kalimat satu sama lain.
Namun, selera berpakaian mereka tidak sama, Abby mengatakan tahun 2013: Kami pasti memiliki gaya yang berbeda.
"Brittany lebih menyukai warna netral, mutiara, dan hal-hal seperti itu dan saya lebih suka warnanya lebih menyenangkan, cerah, dan penuh warna."
Kakak beradik ini memiliki pakaian yang disesuaikan dengan tubuh mereka.
Hanya ada satu dari sepasang anak kembar yang hidup di dunia dengan kondisi yang sama, yakni saudara Ayşe dan Sema Tanrıkulu yang lahir di Turki pada tahun 2000.(*)