Oleh: Shyntia Aprizani, Jurnalis
Di desa kecil nan tenang, Jorong Sibuabua, Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, seorang pemuda bernama Yusra menemukan jalan hidup yang tak biasa. Yusra, seorang pemuda yang hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas lima SD, kini menemukan dunianya di balik tabir kepariwisataan. Mungkin bagi banyak orang, hidupnya penuh liku, penuh rintangan yang datang silih berganti.
Namun, justeru di balik segala keterbatasan itulah, ia menanamkan keyakinan bahwa mimpi tidak mengenal batas. Mimpi, pada akhirnya, adalah milik mereka yang berani berusaha.
Kini, di usia 30 tahun, Yusra telah mencatatkan namanya di dunia pariwisata dengan mendirikan Aru Aru Tour di tahun 2021 lalu hingga kini. Aru-aru Tour ini menyediakan jasa tour and travel yang membuka jalan bagi banyak wisatawan untuk mengeksplorasi keindahan alam Alahan Panjang.
Dulu, di usianya yang masih belia, Yusra harus mengakhiri sekolah dan membantu orang tua di ladang hingga berdagang untuk mencari uang jajannya sendiri. Pendidikan bukanlah pilihan, tetapi semangat untuk terus belajar dan berjuang tak pernah padam dalam dirinya.
“Memang dulu sempat berhenti sekolah di kelas 5 SD karena faktor ekonomi saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Dulu ketika SD, saya sudah mulai mencari uang jajan sendiri seperti jualan gorengan hingga jambu. Setelah berhenti sekolah saya memutuskan untuk merantau dari Riau dan Jambi dengan menggeluti berbagai dunia usaha mencari sesuap nasi. Mulai dari kerja bangunan hingga proyek tapi tidak ada perkembangan,” katanya.
Kemudian, di 2011 ia memutuskan ke Jakarta bergelut di dunia dagang. Banyak barang yang ia perdagangkan semasa itu mulai dari Jam tangan, baju, dan lain sebagainya. Hingga 2019 saat dilanda covid 19 ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya karena keterbatasan hubungan sosial semasa covid. Hingga akhirnya ia sampai berjualan bunga dan cofee shop.
“Kemudian di tahun berikutnya saya memutuskan untuk menggarap parwisata. tepat di depan rumah saya ada sungai yang banyak sekali pohon cemara. Hal ini saya lihat sebagai peluang pariwisata dan mulai memikirkan bagaimana caranya sungai di depan rumah saya ini bisa menjadi salah satu lokasi objek wisata yang nantinya bisa didatangi oleh masyarakat,” ungkapnya.
Bermodalkan pengetahuan dan wawasan yang ia miliki selama merantau di Jawa, Riau hingga daerah lainnya. Ia mulai menggarap sungai tersebut menjadi sebuah objek wisata arung jeram atau tubing di lokasi Sawah Lurah. Ia memasarkan sendiri melalui media sosial dan memberi fasilitas yang lengkap untuk tubing tersebut. Mulai dari helm, pelampung, snack, hingga pemandu yang ia pandu secara langsung.
Setelah sukses di tubing, mulai banyak berdatangan client dari berbagai daerah untuk menguji nyali mereka dengan tubing. Meskipun terhalang karena banjir lahar dingin di tahun 2024 lalu, namun usaha tubing ini tetap akan diusakan dibuka kembali.
“Kemudian, saya mulai melirik banyaknya kesadaran masyarakat di dunia pariwisata saat ini hingga banyak yang membuka vila. Saya lihat selama ini masyarakat pengunjung hanya untuk sekedar mengingat saya ini memberikan pengalaman yang berbeda kepada para wisatawan banyak hal yang bisa dilakukan di Alahanpanjang selain menginap seperti mengikuti wahana wahana yang kami sediakan di Aru Aru tour mulai dari wahana wisata air, atv, wisata pertanian, meninjau umkm dan lain sebagainya,” ujarnya.
Namun, tak ada yang mudah. Yusra memulai segalanya dari titik nol. Tanpa modal besar, tanpa latar belakang formal di dunia pariwisata, ia belajar dari pengalaman dan tekad yang kuat untuk “Mambangkik Batang Tarandam”.
“Yang namanya rintangan dan halangan sudah pasti ada tapi kita harus menjalani semuanya dengan penuh syukur. Saat ini alhmadulillah Aru-Aru Tour kini sudah menjadi kepercayaan wisatawan saat menginap di seluruh lokasi wisata yang ada di alahan panjang. Mulai dari penginapan hingga wahana yang kita sediakan,” ujarnya.
Wahana yang tersedia di aru-aru tour seperti paddle yang tersedia di seluruh lokasi penginapan, atv, flying fix, jetsky, biduak, dan wahana lainnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung.
Kini, Yusra tak hanya dikenal sebagai Owner Aru-Aru Tour, tetapi juga sebagai simbol bahwa pendidikan bukanlah satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Kerja keras, ketekunan, dan tekad yang tak pernah pudar adalah kunci sejati dalam meraih impian. Yusra adalah bukti hidup bahwa siapa pun bisa sukses, tanpa peduli dari mana ia berasal atau seberapa banyak yang ia miliki.
Kisah Yusra mengajarkan kita satu hal: bahwa setiap rintangan adalah peluang untuk tumbuh, bahwa kesuksesan sering datang dari tempat yang tak terduga. Jadi, jika saat ini kamu merasa terjatuh atau terhalang jalan, ingatlah bahwa semangat yang kamu bawa lebih besar dari segala keterbatasan. Yusra telah membuktikannya—dan kita pun bisa. (***)
Editor : Hendra Efison