PADEK.JAWAPOS.COM-Meski terkesan tidak berbeda jauh dengan remaja kekinian, semangat hafiz Quran menjadikan Zhafran Zandra Alfarizti sebagai sosok yang inspiratif. Berikut kisahnya.
SUASANA hujan yang mengguyur Kota Padangpanjang sejak siang hingga menjelang Rabu (5/3) sore itu. Tapi tidak mengendorkan semangat hafiz Quran di Rumah Tahfiz Shahibul Qur’an di Kelurahan Silaiang Bawah itu.
Termasuk salah seorang remaja berkaca mata yang mengenakan jubah hitam sejenis Kurta. Dia tampak hendak memasuki bangunan permanen tersebut.
Ramah dan santun menyambut perkenalan singkat ketika itu, Zhafran Zandra Alfarizti mengaku selalu mengisi setiap waktu luang dengan mengaji dan menghafal Alquran.
“Sudah menjadi kebiasaan dan rutinitas, selalu memanfaatkan setiap waktu luang untuk membaca dan menghafal Quran. Baik di saat sekolah, maupun hari libur seperti sekarang,” ujar si bungsu tiga bersaudara yang akrab disapa Zhafran itu.
Berkat semangat dan ketekunannya itu, Zhafran menyebut hingga saat ini dirinya telah mengantongi hafalan 12 juz. Hafalan tersebut sudah dimulai sejak Kelas V Sekolah Dasar (SD), dan berlanjut konsisten hingga duduk di Kelas X saat ini di SMA Negeri 1 Sumbar Padangpanjang.
Mampu mengantongi hafalan hingga 12 juz dengan fasih, Zhafran mengaku rutin mengulang bacaan setiap selepas ibadah Subuh dan memanfaatkan waktu-waktu luang. Dia juga berupaya maksimal bisa memenuhi target hafalan satu halaman satu hari.
“Setiap ada kesempatan, dimanfaatkan untuk mengulangi hafalan. Misalnya dari rumah ke rumah tahfiz yang cukup jauh, di atas motor ketika dibonceng, terus mengulangi hafalan,” beber Zhafran menyebutkan kiatnya untuk lebih menguasai tajwid hafalannya.
Ketekunannya menjadi seorang hafiz Quran yang fasih, telah menjadikan Zhafran sebagai sorang Imam muda ketika masih duduk di bangku Kelas VIII. Kepercayaan yang dirasakannya sebagai suatu kebanggan tersebut, masih berlangsung hingga sekarang.
“Alhamdulillah salah satu hikmah dari sebagai sorang hafiz, yakni ada merasa lebih dihormati. Apa lagi dipercaya jadi Imam Salat Tarawih selama Ramadhan ini, merupakan suatu kebanggan dan kebahagiaan yang luar biasa,” beber Zhafran.
Buah manis lainnya dari ketekunannya itu, Zhafran juga selalu menjadi langganan juara lomba-lomba MTQ. Baik tingkat kota, maupun tingkat provinsi sejak masih duduk di MTsN Padangpanjang.
“Salah satu yang juga menjadi motivasi, karena setiap lomba selalu bisa berprestasi meraih juara. Beberapanya yakni pada 2022 MTQ tingkat kota dapat Juara I dan menerima hadiah Umroh. Kemudian terakhir pada Desember 2024, juga mendapat Juara I MTQ tingkat Kota,” ungkapnya.
Putra dari pasangan Noveriza Henry dan Titin Indah Permata ini Hemengaku dibalik kesuksesannya sebagai hafiz Quran, selain tekun ada peran besar kedua orangtuannya tersebut.
Karena sebagai umumnya remaja kekinian, cukup banyak gangguan yang menurunkan semangat belajar. Termasuk untuk menghafal Alquran.
Terlahir pada era digitalisasi, Zhafran juga tidak menafikan ketertarikannya terhadap gedget yang memberikan banyak kesenangan.
Namun demikian, Imam muda di tiga mushalla ini tidak membiarkan dirinya terbawa arus rayuan dunia maya dan banyak game dengan keseruan yang luar biasa.
“Semua itu tidak terlepas dari support dan peran dari Ayah dan Bunda. Meki pegang handphone hanya sekali dua pekan, waktunya tetap dikontrol cukup dua jam. Ketika rasa malas mendera, giliran Bunda ngotot mengajak dan mengantar ke Rumah Tahfiz Shahibul Qur’an,” pungkas Zhafran yang punya cita-cita ingin melanjutkan pendidikan ke Jurusan Pertambangan Istitut Teknologi Bandung (ITB) itu. (WARDI TANJUNG—Padangpanjang)
Editor : Novitri Selvia