PADEK.JAWAPOS.COM-Berada di tepi jalan Pasar Batipuh Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, berdiri kokoh sebuah Masjid tua.
Ya itulah masjid yang telah berdiri sejak 1843 tersebut memiliki berbagai macam tradisi dan sebagai symbol keanekaragaman masyarakat kota Padang yakni Masjid Muhammadan.
Masjid Muhammadan sendiri merupakan masjid bersejarah di kota Padang dan juga sebagai bukti alkuturasi budaya dan kerukunan umat beragama.
Selain itu masjid ini juga destinasi wisata masyarakat yang terkenal dengan kegiatan serak gulo yang menjadi even tahunan di masjid tersebut.
Keberadaan masjid Muhammadan tidak terlepas dari para saudagar dagang islam dari india yang datang tidak hanya untuk berdagang, namun juga ikut serta dalam menyiarkan agama islam.
Hal itu tercermin dari arsitektur masjid yang serupa dengan masjid-masjid di india yang masih dipertahankan hingga saat ini.
Mustofa, salah seorang pengurus masjid Muhammadan mengatakan, arsitektur dari masjid ini hanya mengalami sendikit perubahan sejak pertama kali didirikan.
Masjid Muhammadan sendiri awalnya dibangun dari campuran batu kapur dan juga putih telur yang terbilang sederhana. Untuk arsitektur masjid penuh dengan ornament-ornamen bernuansa india.
Dan untuk warna didominasi warna putih dengan hiasan berwarna hijau cerah. Dikarenakan masih mempertahankan bentuk awal sehingga masyarakat masih dapat menyaksikan keunikan masjid Muhammadan tersebut.
Dan dari terbangunnya masjid itulah menjadikan masjid Muhammadan sebagai salah satu sentra penyebaran agama Islam dikawasan Pasar Batipuh kota Padang.
Di sekitaran masjid juga terdapat pemukiman masyarakat keturunan india muslim dan masjid Muhammadan juga menjadi pusat perkumpulan Jamaah Tabligh terbesar di Kota Padang hingga saat ini.
“Orangtua-orangtua kita dulu datang dari India, awalnya datang 6 orang dan setelah itu baru datang rombongan lainnya di india. Di sini mereka memulai berdagang dan juga menyebarkan ajaran agama islam,” Mustofa.
Keberadaan masjid menjadi kunci eksistensi penyebaran agama islam dan membuatnya menjadi pusat pendidikan agama ddan peribadatan Masyarakat yang beribadah di masjid Muhammadan sendiri tidak hanya masyarakat sekitar, namun juga berasal dari sekitar kota Padang dan diluar Kota Padang.
Baca Juga: Prediksi Cavalier vs Inter Miami: Messi Absen Lagi? Ini Kata Mascherano!
“Apalagi ketika hari Kamis malam jumat, masyarakat datang dari luar kota Padang seperti Pasaman, Solok, Bukittingi dan daerah lainnya karena pusat dari kegiatan jamaah tabligh dilaksanakan disini,” katanya.
Sebagai masjid yang memiliki nilai corak budaya, event serak gulo tidak pernah lepas dari perhatian dunia pariwisata. Dalam kegiatan serak gulo di masjid Muhammadan sendiri bisa menghabiskan 4 ton gula dalam sekali kegiatan yang berasal dari jamaah.
Tidak hanya itu destinasi ini juga kerap memancing wisatawan lokal maupun mancanegara datang untuk hadir menyaksikan tradisi yang bahkan di daerah asalnya mulai jarang dilakukan. Demikian keberadaan masjid Muhammadan merupakan bentuk bukti kerukunan antar ras suku dan agama di kota Padang.
Di lingkungan itu berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat Minangkabau, keturunan India dan masyarakat keturunan Chinese yang sudah berabad-abad hidup damai berdampingan yang akan terus dipertahankan hingga masa yang akan datang. Masjid Muhammadan symbol kerukunan beragama dan saksi penyebaran agama islam di kota Padang. (Suyudi/Padek)
Editor : Novitri Selvia