PADEK.JAWAPOS.COM-Disiplin diterapkan kedua orang tuanya. Khusus dalam hal membagi waktu. Itu sebagai upayanya menjadi penghafal Al Quran. Begitulah Omar Hadid Al Ayubi diusia yang belum genap 10 tahun, sudah hafal 2 juz Al Quran.
BEBERAPA hari belakangan, Padang Ekspres berjumpa dengan salah satu anak yang hafiz Quran dua juz. Yakni Omar Hadid Al Ayubi di Mesjid Agung Baitul Ilmi, Pasaman Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Ketika itu, Omar sedang bersama ayahnya Muhda Habibi Al Farobi, 40, usai melaksanakan Shalat Ashar.
Mereka hendak keluar masjid dan ingin pulang ke rumah. Lalu Padang Ekspres menjambangi dan menyampaikan maksud dan tujuan menemui mereka. Akhirnya, sampailah di rumah orang tua Omar di Perumahan Pasaman Indah, Nagari Lingkuangaua, Kecamatan Pasaman, Pasbar.
Omar Hadid Al Ayubi yang lahir di Simpang Empat pada 15 Agustus 2015. Dia pernah sekolah di SD IT Islamic Center Kota Medan, Sumatera Utara. Lalu karena orang tuanya pindah ke Simpang Empat, diapun masuk sekolah di SDIT Cahaya Makkah, Kecamatan Pasaman.
Mengenai hafalan Quran, dia menimba ilmu sejak masih di tingkat TK. Kemudian lanjut ke jenjang sekolah dasar. “Alhamdulillah saya masih kelas tiga SD dan sudah hafal juz 30 yang terdiri dari surah-surah pendek. Lalu saya juga sudah hapal juz satu dan saat ini sedang dilanjutkan juz dua,” kata Omar.
Dia, belajar Al Quran semasa sekolah di Medan. Hampir sama metodenya dengan di sekolahnya saat ini. Misalnya, dengan cara mengulang-ulang atau mengingat kembali hafalan yang telah dipelajari sebelumnya. Lalu ada juga belajar di sekolah bersama ustad penghafal Quran dan saling menyimak Quran.
“Selain belajar Quran di sekolah, saya juga belajar di rumah bersama ustazah yang sengaja didatangkan. Terkadang ibu saya yang jadi ustazahnya untuk menghafal Quran ini,” kata anak dari Laila Riskiani Sihombing, 32.
Kemudian agar daya ingat tetap kuat mengenai hafalan itu harus dijadikan ayat saat shalat. Baik itu saat shalat wajib lima kali sehari semalam dan begitu juga saat sholat sunat. “Karena begitu diulang-ulang saat shalat atau mengaji, maka hafalan ayat Al Quran itu akan mudah diingat dan menjadi kebiasaan,” katanya.
Ayah Omar, Habibi yang biasa dipanggil ini menambahkan, sejak kecil anaknya itu sudah mulai belajar hafalan Quran. Sampai saat ini memang tantangan dalam perjalanan menjadi hafiz tentu ada. Misalnya, harus pandai membagi waktu belajar dan bermain. Terpenting itu adalah disiplin dan tantangan tadi dijadikan sebagai penyemangat.
“Saya selalu tekankan kepada Omar agar selalu disiplin dalam belajar hafalan Quran. Mengenai kesibukan sekolah, bagaimana membagi waktu harus pandai membagi waktu. Kemudian dilingkungan Omar ini kebetulan rumah kami dekat dengan masjid dan untuk pergi mengaji dan belajar Quran cukup dekat,” kata Habibi.
Sebagai bukti kesuksesan hafalan Quran ini, rupanya Omar memiliki berbagai prestasi dan sering merah juara di sekolah saat di Medan. Misalnya, ranking II Tahfidz Kelas 1 Usman Bin Affan SDIT Tahfizhil Quran Islamic Center, Sumut tahun 2022.
Lalu Rangking I Tahfidz kelas 2 Utsman Bin Affan SDIT Tahfizhil Quran Islamic Center, Sumut tahun 2022- 2023. Selanjutnya pernah juga Rangking II Tahfidz kelas 1 Usman Bin Affan SDIT Tahfizhil Quran Islamic Center tahun 2023-2024. “Ya, saya sudah enam kali juara, baik yang diselenggarakan sekolah dan umum,” tukasnya. (ROHIMUDDIN—Pasaman Barat)
Editor : Novitri Selvia