PADEK.JAWAPOS.COM-Setiap orang punya cita-cita yang ingin diwujudkan. Kanza Zahira salah satunya. Ia menimpikan jadi hafiz Quran. Kini siswa kelas IV SD itu, sudah masuk hafalan 4 juz. Berikut upayanya.
MENJADI penghafal Al Quran adalah impian mulia yang diidamkan oleh banyak umat Islam. Dalam pandangan agama, penghafal Al Quran menerima ganjaran yang luar biasa.
Salah satunya mahkota dan jubah kemuliaan yang akan diberikan oleh Allah SWT di akhirat kelak. Tidak hanya kepada sang penghafal, tetapi juga kepada kedua orang tua mereka.
Salah satu contoh nyata perjuangan dalam menggapai impian tersebut adalah Kanza Zahira, seorang siswa kelas VI SD 12 Pinang Awan, Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauhduo, Kabupaten Solok Selatan.
“Saya ingin hafalan saya 30 juz, mudahan apa yang saya niatkan di hati bisa tercapai,” sebutnya kepada Padang Ekspres, beberapa hari lalu.
Kanza baru berusia 9 tahun. Tapi telah berhasil menghafal 3 juz Al Quran pada tahun 2023. Kini ia sudah masuk hafal 4 juz. Semoga saja, sebutnya, pertengahan tahun ini hafalannya tuntas.
Ia belajar menghafal Al Quran sejak duduk di bangku kelas 2 SD semester II. Dalam waktu 1,5 tahun, ia berhasil menghafal 3 juz dan kini menargetkan untuk menghafal 10 juz hingga tamat Sekolah Dasar.
Di bangku SMP ia menargetkan 10 juz dan di bangku SMA 10 juz. Proses perjalanan Kanza dalam menghafal Al Quran dimulai di Rumah Tahfidz Al-Qur’an Baitul Ummah Jorong Pinang Awan, di mana ia belajar dengan penuh dedikasi.
Ia belajar atas kemauan sendiri dan bercita-cita untuk menjadi seorang hafidz setelah menyelesaikan pendidikan SMA nanti.
Ketekunannya dalam menghafal Al Quran tak hanya terlihat di sekolah, tetapi juga di rumah.
Ia meluangkan waktu setiap selesai shalat untuk berlatih dengan keluarganya. Terutama kakaknya yang sudah hafal 6 juz Al Quran. Dari kakaknya itu, Kanza termotivasi untuk belajar dan menghafal Alquran.
Kanza menyebut, ketika TK dan kelas I SD, ia tidak berminat jadi penghafal Al-Quran. Namun karena sering kali mendengarkan kakaknya menghafal Al Quran dan membaca Al Quran, di situ baru niatnya ingin memulai belajar menghafal Al Quran.
Meskipun tantangan dan rasa malas kerap datang, Kanza selalu berusaha menghilangkannya. Ia menyadari bahwa untuk menjadi penghafal Al Quran, harus berusaha tanpa kenal lelah dan tetap fokus pada tujuannya.
Dukungan penuh dari orang tua, keluarga, dan guru-guru tahfiznya menjadi sumber semangat yang sangat besar dalam proses pembelajarannya.
Kanza yang mengenakan baju merah hati ayam dengan jilbab pink didampingi oleh guru Tahfidznya, Abdul Haris. Kanza dikenal sebagai anak yang ramah, murah senyum, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sikapnya yang sopan dan menghormati orang lain membuatnya disukai oleh banyak orang di sekitarnya.
Sejak usia dibangku SD, ia menunjukkan ketertarikan yang besar dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. Ia sering meminta guru ngajinya untuk mengajarkan lebih banyak, bahkan sampai ia bisa membaca dan trik menghafal Al Quran dengan lancar.
Perjuangannya semakin mendalam ketika ia sudah masuk hafalan 2 juz. Di sana, ia menjalani rutinitas harian yang penuh pengorbanan, baik waktu, tenaga, maupun pikiran.
Dari pagi hingga malam, ia terus menghafal, memanfaatkan setiap kesempatan. Bahkan saat waktu istirahat untuk melakukan shalat, makan, atau tidur sebentar.
Walaupun rasa lelah sering datang, Kanza selalu mengingat tujuannya untuk menjadi penghafal Al Quran yang dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat.
Baginya, setiap usaha dan perjuangan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT. Ia mengerti bahwa dengan usaha maksimal, jalan menuju keberkahan hidup akan terbuka lebar.
“Doakan saya bisa jadi hafidz Quran ya pak, semoga cita-cita mulia ini bisa saya wujudkan. Setidaknya tamat SMA saya bisa hafidz Quran,” tutur anak pasangan Zulkairi dan Hatna Hayati itu. (ARDITONO—Solok Selatan)
Editor : Novitri Selvia