PADEK.JAWAPOS.COM-Libur Lebaran Idulfitri 1446 H jadi momen berkah bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pantai Padang. Seperti halnya, Irul, Pono dan Yanti misalnya.
Di mana mereka sejak pagi hingga sore, panen rejeki dengan banyaknya pengunjung dari berbagai daerah yang datang menikmati suasana pantai, bersantai bersama keluarga, sekaligus mencicipi aneka jajanan khas yang dijajakan para PKL.
Irul, 43, penjual bakso bakar, jadi salah satu pedagang yang ikut kecipratan rezeki dari ramainya pengunjung tersebut mengaku bersyukur dengan kondisi tersebut.
“Dari pagi sudah ramai, dan sampai sore pun masih terus berdatangan. Malam baru mulai sepi. Alhamdulillah, jualan jadi lancar,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (5/4).
Hal yang sama dirasakan Pono, 44, penjual es tebu. Ia menyebut libur Lebaran tahun ini terasa lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini lebih ramai dari sebelumnya. Mungkin karena cuaca mendukung, jadi banyak yang memilih jalan-jalan ke pantai,” tuturnya.
Meski jumlah pengunjung meningkat tajam, para pedagang sepakat tidak menaikkan harga. Mereka tetap jualan dengan harga normal seperti hari biasa demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan pelanggan.
Yanti, 38, penjual roti bakar dan sandwich, menyebut keputusan untuk menjaga harga adalah bentuk komitmen pedagang kepada pembeli.
“Kami sepakat untuk tetap menjaga harga seperti hari biasa. Yang penting pembeli nyaman dan tidak merasa terbebani,” jelasnya.
Menurut Yanti, pelayanan yang ramah dan harga yang terjangkau adalah kunci agar pembeli datang kembali. “Kalau mereka merasa puas, kemungkinan besar tahun depan akan datang lagi. Itu yang kami jaga,” katanya.
Sejak pagi, pengunjung sudah memadati pinggir jalan. Mereka datang bersama keluarga untuk menikmati pemandangan laut sembari mencicipi berbagai jajanan.
Tak hanya warga lokal, wisatawan dari luar daerah seperti Pariaman, Solok, hingga Bukittinggi pun terlihat ramai berdatangan. Terkait penataan kawasan, Irul berharap pemerintah bisa menata pedagang secara baik tanpa mengusir secara tiba-tiba.
“Kami tidak keberatan kalau mau ditata. Asal jangan tiba-tiba diusir. Kalau tempatnya jelas dan aturannya tertib, kami malah lebih tenang berjualan,” ujarnya.
Ia juga berharap ada sinergi antara pedagang dan pemerintah demi kemajuan Pantai Padang.
“Yang penting kami bisa terus berjualan dengan tenang. Kalau pemerintah aktif mempromosikan dan tempat ini ditata dengan baik, Pantai Padang pasti makin maju,” tutupnya penuh harapan.
Dari omzet yang naik hingga komitmen menjaga harga dan pelayanan, pedagang Pantai Padang membuktikan bahwa mereka siap menyambut momen liburan dengan semangat.
Kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat jadi kunci menjaga kawasan ini tetap nyaman, tertib, dan menarik bagi wisatawan.
Harapannya, Pantai Padang tak hanya ramai saat Lebaran, tapi juga terus jadi destinasi favorit dan ruang publik yang bersahabat setiap hari. (cr3/Faisal).
Editor : Novitri Selvia