Aris Prima Gunawan—Padangpariaman
Jumat pagi (11/4), Padang Ekspres menyambangi TK. A. Madhani di Korong Kalamuntuang, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakantapakih.
TK ini didirikan oleh Brigpol Ramadhan bersama sang istri, Febriani, SKep. Suasana TK yang dijalankan Ramadhan di rumah orangtuanya itu, tampak sangat ramai.
TK itu baru berdiri 19 Maret 2023. Sekarang, ia memanfaatkan dua ruangan di rumahnya itu sebagai kelas belajar. Jumlah anak-anak yang dididiknya saat ini sebanyak 25 orang.
“Ya beginilah kondisinya sekarang. Tapi alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,” jelas pria yang akrab disapa Amaik ini, kemarin.
Ramadhan pun menceritakan, dirinya termotivasi mendirikan TKA di kampunya itu lantaran tak ingin anak-anak kesulitan dalam pendidikan dasar nantinya.
“Kalau di kampung itu kan kebanyakan orang langsung memasukkan anak-anak ke SD. Itu umumnya menyulitkan bagi anak-anak memulai pendidikan,” hematnya.
Sehingga, sambungnya, banyak anak-anak yang masuk SD tanpa dibekali pendidikan usia dini, membuat mereka sulit berinteraksi di sekolah. Bahkan anda juga yang kesulitan dalam belajar.
“Ada anak-anak yang sampai usia 12 tahun tidak bisa apa-apa di SD. Ini karena mereka tidak diawali dengan interaksi sosial di TK,” ungkapnya.
Untuk itu, ketika dirinya membuka TK. A. Madhani tersebut, sekolah di sekitar sangat berterima kasih. Terlebih anak-anak hasil didikan TK-nya aktif dan berprestasi di sekolah.
“Alhamdulillah sekarang kita sudah memiliki 5 orang guru di TK ini,” ucap Ramadhan.
Door to Door Cari Murid
Membangun kesadaran di masyarakat akan pentingnya pendidikan usia dini terhadap anak, ternyata tidak mudah. Terlebih membangun kepercayaan akan lembaga pendidikan yang disediakannya. Namun, Ramadhan dan istri tidak mudah menyerah.
Mereka rela menjalani waktu dengan door to door ke rumah-rumah warga yang memiliki anak usia TK.
“Begitulah usaha kami. Memang harus langsung ditemui orang tua anak-anak ini. Kalau tidak akan sangat sulit meyakinkan mereka,” ujar Ramadhan dan istri.
Belum lagi, lanjutnya, persangingan antar TK. Keberadaan TK-nya pun sempat sulit untuk mendapatkan izin dari dinas.
“Namun alhamdulillah karena kegigihan, dukungan orangtua serta jaringan pertemanan, TK inipun sekarang sudah terdaftar di Dinas Pendidikan. Guru kita sudah dua orang yang mendapat insentif dari Pemkab Padangpariaman,” jelasnya.
Fokus Mengedukasi, Kesampingkan Bisnis
Umumnya, TK didirikan untuk bisnis. Hal ini diakui oleh Ramadhan. Namun, sejak awal membuka layanan pendidikan itu, ia tak berniat ke arah tersebut.
“Kita di sini hanya mendidik. Anak-anak kita juga menabung Rp2.000 sehari. Itu kalau mereka sudah tamat, dikembalikan uang yang terkumpul. Ini bagian dari edukasi kepada mereka,” paparnya.
Jadi, untuk operasional dan gaji tenaga pengajar di sana, masih didominasi dari dana pribadinya. Ia tidak memungkiri ada orangtua anak yang dari keluarga mampu turut memberikan dukungan. Termasuk jaringan pertemanannya di kalangan kepolisian, dinas-dinas, serta DPRD.
“Ini mobiler kita, alhamdulillah dukungan dari pokok pikiran anggota DPRD di sini, Syafrinaldi. Insya Allah, tahun ini ada juga anggota DPRD kita memberikan dukungan pokir,” ungkapnya Ramadhan yang juga didampingi Kepala TK. A. Madhani, Khairunnisa Angriani Pratiwi.
Pagi TK, Sore TPA
Tidak hanya TK, lingkungan rumah Ramadhan juga menjadi wadah untuk Tempat Pendidikan Agama (TPA). Ini berlangsung Senin-Sabtu di sore hari dari pukul 15.00 hingga 18.00.
“Untuk TPA lebih banyak lagi anak-anak yang belajar, yaitu lebih dari 60 orang. Anak-anak TPA kita juga banyak dari nagari tetangga,” ujar Ramadhan.
Dalam mengelola TPA itu, prinsip menabung juga ditanamkannya kepada peserta didiknya. Nilainya lebih kecil lagi, yakni hanya Rp1.000 sehari.
“Ini kadang masih sering bolong-bolong. Namun, namanya kita mengedukasi, ya tentu tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.
Menurut Ramadhan, selain pembinaan lewat TK, pendidikan agama, keilmuan ekonomi penting juga ditanamkan kepada anak.
“Kadang, ekonomi orang tua itu tidak stabil karena anaknya tidak memahami betapa pentingnya berhemat,” cermatnya.
Menambahkan Febriani selaku Ketua Yayasan Madhani Ramadhan Koto, menjelaskan bahwa TK yang didirikannya bersama suami, tidak saja fokus pada pembentukan karakter anak. Namun, juga menanamkan nilai-nilai pendidikan dasar dan keagamaan.
“Anak-anak kita yang lulus di TK ini minimal hafal 7 hadist serta ayat pendek. Ini tentunya juga akan mempermudah anak dalam melanjutkan pendidikan nantinya,” tukasnya.
Cerdas, Agamais dan Mandiri
Melahirkan generasi cerdas, agamais, dan mandiri menjadi misi Ramadhan dan istri, yang terpadu dalam Yayasan Madhani Ramadhan Koto. Makanya, selain TK dan TPA, Ramadhan yang berilmu di bidang beladiri karate, juga membuka ruang edukasi untuk anak-anak di nagarinya bahkan nagari dan kecamatan di sekitarnya.
“Menjadi atlet itu kan bagian dari pendidikan karakter. Ini agar anak tumbuh sebagai sosok yang mandiri dan sportif. Dan umumnya, anak-anak yang tumbuh sebagai atlet juga mudah dalam pendidikan dan pekerjaan ke depannya,” hemat Ramadhan.
Yang paling menarik baginya saat ini, banyak anak-anak didiknya di karate dari kalangan perempuan. Menurutnya hal ini karena peristiwa yang dialami Nia Kurnia Sari.
“Jadi, pasca kejadian Nia itu, banyak anak-anak perempuan belajar karate di sini. Mereka menyadari pentingnya memagar diri,” tukasnya.
Bukan Ruang Edukasi Biasa
Di mata orangtua anak, ternyata Yayasan Madhani Ramadhan Koto bukan ruang edukasi biasa bagi anak-anak mereka. Namun lebih kepada tempat motivasi bagi anak.
“Yang mendirikan pak polisi, tentu anak-anak tertarik belajar di sini. Apalagi anak saya laki-laki. Cita-citanya tentu juga mengarah ke situ,” jelas Rika Nuri, 35, salah seorang wali anak.
Ia juga apresiasi TK. A. Madhani yang mampu membawa anak-anaknya sampai masuk bandara, untuk menyaksikan langsung pesawat.
“Itu sangat memotivasi anak-anak. Apalagi lihat seragam pilot yang gagah itu kan,” tukasnya.
Sedangkan wali anak lainnya, Rini Gusti, 34, mengatakan bahwa pendidikan di TK. A. Madhani membuat anaknya lebih cakap dalam hubungan sosial. Begitupun dalam ilmu dasar keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi dan senang anak kami berkembang baik di sini,” ucapnya. (***)
Editor : Hendra Efison