Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gusrizal, Guru Bahasa Indonesia Penghubung Kerja Sama Pemprov Sumbar-Australia: ”Saya tak Ingin Bahasa Indonesia Lenyap di Negeri Kangguru”

Rommy Delfiano • Selasa, 15 April 2025 | 11:00 WIB

BERDEDIKASI: Gusrizal Dt Salubuak Basa, guru bahasa Indonesia sekaligus penghubung kerja sama Pemprov Sumbar dengan BBBIVT Australia di Graha Pena Padang, kemarin (14/4).(ROMMI DELFIANO/PADEK)
BERDEDIKASI: Gusrizal Dt Salubuak Basa, guru bahasa Indonesia sekaligus penghubung kerja sama Pemprov Sumbar dengan BBBIVT Australia di Graha Pena Padang, kemarin (14/4).(ROMMI DELFIANO/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Usia boleh menapaki angka 62 tahun, namun bicara semangat serasa masih muda. Ya, begitulah kesan yang terlihat pada sosok Gusrizal Dt Salubuak Basa, guru bahasa Indonesia sekaligus penghubung kerja sama Pemprov Sumbar dengan Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Victoria dan Tasmania (BBBIVT) Australia.

“SAYA tak ingin bahasa Indonesia lenyap di Australia,” tutur Gusrizal dalam pertemuan dengan Direktur Utama (Dirut) Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi di Graha Pena Padang, kemarin (14/4).

Kekhawatiran inil pulalah senantiasa memompa semangat Gusrizal mengenalkan bahasa sekaligus budaya Indonesia di negeri Kangguru itu. Bukan tanpa alasan Gusrizal mengkhawatirkan ini.

Era awal-awal tahun 2000-an, pembelajaran bahasa Indonesia booming di sana. Bila diranking 1-10, peminat bahasa Indonesia menempati ranking kedua. Cuma saja, hal ini tidak diimbangi dengan jumlah guru.

Gusrizal ingat betul, bagaimana dirinya merasa terpanggil ikut memberikan pembelajaran bahasa Indonesia di sana. Tepatnya, seusai dirinya membaca tulisan Prof Dr Ismet Fanany MA, guru besar Deakin University yang juga diaspora asal Minang di salah satu media cetak nasional. Waktu itu, Prof Ismet menulis soal keterbatasan guru bahasa Indonesia di Australia.

Bak gayung bersambut, Gusrizal yang waktu itu sudah malang melintang dalam pengajaran bahasa Indonesia kepada pimpinan perusahaan multinasional seperti Nestle, mendapat undangan khusus dari Prof Ismet men-training guru-guru bahasa Indonesia di Australia, tepatnya Tasmania tahun 2002.

“Awalnya, saya benar-benar menjadi volunter. Saya hanya ingin, pembelajaran bahasa Indonesia tetap menjadi pilihan utama pelajar,” ujar Gusrizal asal Bukittinggi ini. Mujurnya, kerja kerasnya ini sudah mendapat pengakuan dari pemeritaah Australia maupun pemerintah Indonesia.

Salah satunya, penghargaan bergengsi Satya Abdi Budaya bagi pengajar bahasa Indonesia penutur asing (BIPA) tahun 2022. Penghargaan ini diberikan atas kesetiaan Gusrizal mengabdikan hidupnya untuk menggelorakan budaya dan bahasa lndonesia.

“Hal mengkhawatirkan saya belakangan, peminat bahasa Indonesia menurun drastis belakangan di sekolah-sekolah. Tepatnya, pascareformasi tahun 1998. Waktu kan, ekonomi Indonesia mengalami kemunduran, situasi sosiopolitik tidak stabil. Belum lagi, Pemerintah Australia mengeluarkan travel warning untuk warganya yang hendak liburan di Indonesia,” jelas rang Bukittinggi ini.

Lambat-laun, minat siswwa mengikuti kelas bahasa Indonesia turun drastis. Bahkan, banyak sekolah menutup kelas bahasa Indonesia. Orangtua pun lebih menyarankan anaknya mengambil kelas bahasa Mandarin dinilai menjanjikan.

“Makanya, saya berharap betul kerja sama kerja sama bahasa dan budaya Pemprov Sumbar dengan Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Victoria dan Tasmania (BBBIVT) Australia. Di mana, letter of intens (LoI)-nya sudah ditandatangani gubernur Sumbar tahun 2023 lalu di Australia,” ujar pria menjabat Bidang Hubungan Luar Negeri Universitas Fort de Kock-Bukittinggi itu.

Semua ini, menurut Gusrizal, bentuk dukungan pemerintah Indonesia dalam hal ini Pemprov Sumbar, menyikapi kian turunnya minat siswa mengikuti sekolah bahasa Indonesia. “Hal ini, juga bentuk upaya menghadirkan warna baru dalam pembelajaran bahasa Indonesia menitikberatkan pada budaya dan bahasa,” ujar dia.

Dirut Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi memberikan dukungan penuh atas upaya dan kerja keras ditunjukan Inyiak Gusrizal selama ini. “Beliau membuka pikiran kita, bahwa tidak semua pekerjaan harus diukur dengan uang. Bekerjalah dulu, nanti yakinlah hasilnya berlipat ganda,” ujar Nazir.

Pihaknya siap men-support upaya-upaya yang dilakukan Gusrizal. Dia yakin, banyak potensi potensial didapatkan Sumbar bila kerja sama itu berjalan. Salah-satunya, menggaet wisatawan asal Australia. (ROMMI DELFIANO—Padang)

Editor : Novitri Selvia
#kerja sama #Gusrizal #bahasa indonesia #Pemprov Sumbar dan Australia #Gusrizal Dt Salubuak Basa