Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ragam Ekspresi Melalui One Piece di Berbagai Kota: Bendera Banyak Diburu, Pedagang Takut Menjual

Novitri Selvia • Rabu, 6 Agustus 2025 | 12:00 WIB

TENGAH MENJAMUR: Sebuah truk terlihat melintas di Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Jawa Timur, dengan bendera One Piece terpasang kemarin (2/8).(ANGGER BONDAN/JAWA POS)
TENGAH MENJAMUR: Sebuah truk terlihat melintas di Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Jawa Timur, dengan bendera One Piece terpasang kemarin (2/8).(ANGGER BONDAN/JAWA POS)

PADEK.JAWAPOS.COM-Di Kota Yogyakarta, banyak yang menanyakan bendera One Piece ke pedagang. Di Samarinda, pengibaran menjadi ekspresi kekecewaan.

Sedangkan di Surabaya, pemerintah kota memilih pendekatan persuasif terhadap temuan di sejumlah titik pemasangan bendera dan mural produk manga Jepang tersebut.

DI Surabaya, ekspresi melalui One Piece jelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia disampaikan lewat beragam cara. Ada yang melalui pengibaran bendera, ada pula yang diwujudkan dalam bentuk mural.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya menemukan sedikitnya delapan titik bendera dan mural bergambar tokoh bajak laut dalam serial manga Jepang itu di berbagai kawasan permukiman.

Masing-masing di kawasan Putat Gede, Tambak Asri, Kejawan Putih, Tambak Wedi, dan Menur. Sebaran terbanyak berada di wilayah Surabaya Timur.

Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya Tunjung Iswandar menyatakan bahwa pemasangan atribut manga tersebut sebagian besar tidak bermuatan ideologi tertentu.

“Mayoritas warga mengaku hanya ikut tren media sosial. Karena itu, kami pilih pendekatan persuasif dan humanis melalui kelurahan dan kecamatan agar mereka bersedia menurunkan sendiri,” jelasnya kepada Jawa Pos kemarin (5/8).

Tak hanya di Surabaya, fenomena itu menyebar ke berbagai kota. Di Samarinda, Kalimantan Timur, Yadi Tandon memasang bendera di pikap yang biasa dia pakai untuk mengantar tandon.

Yadi menjelaskan, memasang Jolly Roger atau bendera bajak laut adalah ekspresi kekecewaannya terhadap pemerintah.

“Tentu ada rasa kecewa terhadap pemerintah. Lihat satu koruptor yang dibebaskan begitu saja dan dibebaskan itu disambut seperti habis pulang dari peperangan,” ungkapnya kepada Kaltim Post (grup Padang Ekspres).

Di Kota Bekasi, Jawa Barat, Didi Supriadi, penjual bendera di kawasan Danau Duta Harapan mengaku, banyak yang sebenarnya mencari bendera One Piece.

“Mungkin sudah ada tujuh orang ya yang nanyain apakah saya jual bendera One Piece seharian ini. Tapi, saya tidak menjual, “ katanya kepada Radar Bekasi, Senin (4/8) lalu.

Tidak Ada Larangan

Menurut Tunjung, penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat wilayah. Hasilnya, sebagian besar bendera dan mural telah diturunkan atau dihapus secara sukarela oleh warga.

“Bukan berarti diperbolehkan, tapi kami dahulukan edukasi. Kalau tidak ada maksud khusus, ya lebih baik fokus pada atribut nasional,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, bahwa tidak ada larangan langsung terhadap simbol hiburan populer. Namun, dia mengingatkan pentingnya menjaga kekhidmatan perayaan kemerdekaan.

“Saya mohon, ini bulan kemerdekaan. Ayo pasang bendera Merah Putih, jangan sampai atribut lain mengurangi makna perjuangan,” ujarnya.

Bendera One Piece juga banyak diburu di Kota Jogja. Namun, para pedagang rata-rata takut menjual simbol serial anime tersebut.
Salah satunya Ikhsanudin, pedagang bendera di Jalan Juminahan, Ngupasan, Gondomanan.

Ia mengaku, banyak yang mencari bendera One Piece. “Setiap hari pasti ada yang nyari, dua sampai tiga orang pasti tanya dan ingin beli bendera itu,” ujar Ikhsanudin kepada Radar Jogja Grup Jawa Pos.

Namun, meski banyak peminatnya, Ikhsanudin menyatakan kalau dia takut menjual bendera berlambang tengkorak dengan topi jerami tersebut. Alasannya, takut ditindak oleh aparat.

Suyanto yang berjualan bendera di Jalan Magelang pun demikian. “Saya takut kenapa-kenapa nanti,” katanya.

Di Karanganyar, Jawa Tengah, lonjakan permintaan atribut One Piece membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha lokal. Banyak pesanan masuk karena ingin memiliki atribut yang sedang hangat dibicarakan ini.

Salah satunya dirasakan Agus, pengusaha konveksi dan percetakan yang mencatat kenaikan penjualan hingga 340 persen sejak akhir Juli lalu.

“Orderan mulai naik signifikan dari yang awalnya cuma satu-dua orang, sekarang bisa satu orang pesan lima sampai sepuluh sekaligus,” ujar Agus kepada Radar Solo Grup Jawa Pos kemarin.

Peningkatan pesanan tertinggi tercatat pada 1–2 Agustus 2025. Produk yang dijual merupakan cetakan dengan ukuran paling diminati 120x80 cm dan 60x40 cm. Produk ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp15 ribu hingga Rp 50 ribu.

Menanggapi lonjakan tersebut, Agus mengaku sempat kewalahan dan akhirnya menggandeng komunitas pelaku usaha kecil lainnya untuk berbagi produksi. “Kami lempar juga ke teman-teman komunitas biar bisa naik bareng-bareng,” katanya.

Agus menambahkan, produk ini awalnya hanya dibuat untuk konten media sosial dan tidak direncanakan untuk dijual secara masal. “Namun, karena antusiasme publik tinggi, saya putuskan untuk memanfaatkan momentum,” ujarnya. (*/rez/dra/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Jolly Roger #bendera bajak laut #Bakesbangpol Kota Surabaya #Bendera One Piece #HUT RI Ke 80