Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kenangan tak Terlupakan Gilbert Garlycia Hadiri Seremoni Ballon d’Or 2025, Luis Figo dan Andres Iniesta Tahu Perkembangan Timnas

Novitri Selvia • Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:30 WIB
PENGALAMAN BERKESAN: Gilbert Garlycia dan trofi Ballon d’Or di Theatre du Chatelet, Paris (22/9).
PENGALAMAN BERKESAN: Gilbert Garlycia dan trofi Ballon d’Or di Theatre du Chatelet, Paris (22/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Gilbert Garlycia diundang penyelenggara Ballon d’Or dan menjadi satu-satunya tamu dari Indonesia. Ronaldinho bercerita kepadanya tentang liburannya ke Bali.

BEGITU seremoni Ballon d’Or 2025 selesai, Gilbert Garlycia menghampiri Ronaldinho. Meski tak saling kenal, legenda Brasil dan FC Barcelona itu langsung menjabat tangan CEO Offside Corp tersebut. “Kamu berasal dari mana?” tanya Ronaldinho, seperti ditirukan Gilbert.

“Indonesia,” jawab Gilbert.

“Oh, Indonesia, saya pernah liburan ke Bali,” ujar peraih Ballon d’Or 2005 yang malam itu, 22 September lalu, menyerahkan trofi bergengsi untuk pesepak bola terbaik sejagat tersebut kepada bintang Prancis dan PSG Ousmane Dembélé.

Tak cuma liburan sebenarnya. Pilar Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 itu juga pernah menghadiri fun football di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 2022.

Pertautan dengan Indonesia itu membuat obrolan keduanya di Theatre du Chatelet, Paris, Perancis, pada 22 September lalu, langsung mengalir lancar.

Dan itu menjadi salah satu momen paling tak terlupakan bagi Gilbert, satu-satunya orang Indonesia yang diundang ke seremoni ajang penghargaan pemain terbaik dunia tersebut.

Gilbert diundang penyelenggara seremoni, majalah France Football, dalam kapasitasnya sebagai CEO Offside Corp.

“Kami diundang sebagai sports promoter sepak bola di Indonesia. France Football melihat kalau growth dan antusiasme sepak bola di Indonesia yang nomor satu saat ini,” kata Gilbert yang hadir ke seremoni didampingi sang istri Gabriella Devita Febiola tersebut.
Bertemu Legenda Lain

Selain Ronaldinho, seremoni Ballon d’Or juga dipenuhi nama-nama besar dari lapangan hijau, baik yang sudah gantung sepatu maupun yang masih aktif bermain.

Di tengah perbincangan Gilbert dengan Ronaldinho, Luis Figo dan Andres Iniesta ikut nimbrung. Begitu tahu dia dari Indonesia, kedua mantan bintang Real Madrid dan Barcelona tersebut langsung antusias berbicara soal sepak bola dan tim nasional (timnas).

“Ternyata mereka tahu kalau timnas Indonesia itu cukup bagus. Mereka mengikuti perkembangan sepak bola kita, karena sering trending di media sosial,” beber pria kelahiran 8 Juli 1994 itu, kepada Jawa Pos (grup Padang Ekspres) di Surabaya tiga pekan lalu (11/10).

Figo kebetulan juga pernah ke Indonesia pada 2020 untuk turut mempromosikan terpilihnya salah satu grup media sebagai pemegang hak siar Euro 2020. “Figo dan Iniesta sangat tertarik dengan market sepak bola di Indonesia,” katanya.

Momen tak terlupakan lain bagi Gilbert adalah saat berkesempatan berjabat tangan dan berbincang sebentar dengan bintang muda Barcelona Lamine Yamal. Selama ini, Yamal dicap sebagai pemain muda yang angkuh dan arogan.

Namun, kesan yang didapat Gilbert berbeda. “Kalau ketemu langsung, orangnya sangat ramah. Dia juga tipe pria yang family man. Dia bahkan membawa banyak anggota keluarganya di seremoni tersebut,” bebernya.

Bangun Jejaring

Diundangnya Offside Corp bukan tanpa alasan. France Football, kata Gilbert, ingin menjalin hubungan dengan pihaknya karena mereka memiliki banyak event. “Jadi, ini seperti networking,” beber Gilbert.

Di Indonesia, Offside Corp memang sudah memiliki gawe besar. Mereka telah menggelar coaching clinic bertajuk Class of Stars. Tahun ini ada enam kota yang disinggahi, termasuk Surabaya.

Nantinya, lima peserta terbaik dari setiap kota akan dipilih. Merekalah yang bakal menjalani event puncak: coaching clinic di Jakarta pada 9 November nanti yang dipimpin langsung legenda Perancis dan Manchester United Patrice Evra.

Pertautan Gilbert dengan Perancis dibangun sejak dia masih kuliah manajemen bisnis di The Manchester Metropolitan University, Inggris. Empat tahun dia menuntut ilmu di Manchester, dimulai pada 2012.

Di sanalah dia berkenalan dengan Johan Martial, kakak Anthony Martial, mantan penyerang Manchester United asal Perancis. Koneksinya dengan Johan itulah yang membuatnya bisa mendatangkan Evra.

Johan bahkan juga sempat datang saat sesi coaching clinic Class of Stars di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, pada 11 Oktober lalu. Tahun depan, Gilbert berencana menggelar ajang tersebut di lebih banyak kota.

“Johan Martial bilang, kalau bakat pemain muda Indonesia sebenarnya bagus. Cuma mungkin kesempatan tampil, edukasi, nutrisi, dan mentality yang masih kurang. Nah, kami dari Offside Corp ingin memfasilitasi itu,” katanya. (*/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Offside Corp #Gilbert Garlycia #Ballon d’Or #andres iniesta #ronaldinho #lamine yamal #luis figo