Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Rasa Malu Jadi Bangga: Kisah Irwan Pemuda Padang Penjual Telur Gulung

Muhammad Reza Bayu Permana • Selasa, 4 November 2025 | 20:44 WIB

Kisah inspiratif Irwan Febriansyah, pemuda 22 tahun asal Padang, yang tak malu berjualan telur gulung demi membantu orang tua dan menginspirasi sesama.
Kisah inspiratif Irwan Febriansyah, pemuda 22 tahun asal Padang, yang tak malu berjualan telur gulung demi membantu orang tua dan menginspirasi sesama.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di bawah langit sore Bandar Buat, aroma gurih minyak panas bercampur dengan suara tawa anak-anak yang menunggu giliran membeli telur gulung.

Di antara keramaian itu, tampak sosok pemuda berusia 22 tahun, Irwan Febriansyah, cekatan menggulung adonan telur di wajan kecil.

Dengan tangan terampil dan senyum ramah, ia menyapa setiap pembeli yang datang ke gerobak sederhananya.

Irwan bukan sekadar penjual makanan ringan. Ia adalah potret ketulusan dan kerja keras anak muda yang memilih untuk berjuang bersama orang tuanya, bukan sekadar bermimpi di balik layar ponsel.

Belajar Berdagang Sejak Remaja

Irwan tumbuh di lingkungan sederhana di Bandar Buat, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang. Sejak duduk di bangku SMP, ia sudah terbiasa membantu kedua orang tuanya berjualan.

“Dulu saya bantu angkat barang atau siapkan bahan jualan sebelum berangkat sekolah,” kenangnya sambil tertawa kecil.

Namun, tanggung jawab itu semakin besar ketika setahun terakhir ia memutuskan untuk turun langsung menjajakan telur gulung keliling.

Setiap pagi, ia menyiapkan bahan, memanaskan minyak, dan memastikan gerobak siap meluncur ke jalanan.

Dari Rasa Malu Jadi Rasa Bangga

Awalnya, Irwan mengaku sempat merasa canggung. “Ada rasa malu waktu pertama kali jualan di tempat umum, apalagi kalau ketemu teman-teman sekolah,” ujarnya pada Selasa sore, 4 November 2025.

Tapi rasa malu itu perlahan terkikis oleh semangatnya membantu orang tua.

Kini, setiap kali wajan mungilnya mulai berdesis dan aroma telur gulung menyeruak, Irwan justru merasa bangga.

“Saya sadar, ini pekerjaan halal. Saya bantu orang tua, itu yang penting,” tambahnya dengan nada mantap.

Motivasi dari Jalanan Bandar Buat

Setiap hari, Irwan mendorong gerobak keliling ke berbagai sudut Kecamatan Lubukkilangan. Hujan atau panas tak menyurutkan langkahnya.

Di balik kesederhanaan, tersimpan tekad besar: ingin melihat orang tuanya bahagia dan usahanya semakin berkembang.

“Kadang hasilnya tidak seberapa, tapi saya senang kalau bisa bantu ibu bapak,” ucapnya lirih.

Baginya, setiap rupiah yang ia hasilkan bukan sekadar uang, melainkan wujud bakti dan cinta kepada keluarga.

Pesan untuk Anak Muda

Irwan berharap kisahnya bisa menjadi pengingat bagi generasi muda lain. “Jangan malu kerja apa pun, asal halal. Hidup itu bukan soal gengsi, tapi tanggung jawab,” katanya tegas.

Dalam sosok Irwan Febriansyah, kita melihat semangat pantang menyerah seorang anak bangsa — bahwa di balik gerobak sederhana dan aroma telur gulung, ada kisah perjuangan, cinta keluarga, dan harapan yang tumbuh di jalanan Kota Padang. (Muhammad Reza Bayu Permana/ cr2)

 

Editor : Hendra Efison
#pemuda inspiratif #kisah pejuang keluarga #Irwan Febriansyah #telur gulung Padang