Mereka menjadi saksi perubahan zaman sekaligus pejuang yang bertahan di tengah arus modernisasi transportasi.
Di sebuah pangkalan ojek di Jalan Adinegoro, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, motor-motor tampak terparkir rapi.
Para tukang ojek duduk santai di bangku kayu, sesekali bercanda sambil menatap jalan raya, menunggu penumpang yang mungkin datang kapan saja.
Erlan Hari Saputra (44), salah satu tukang ojek pangkalan, sudah menggeluti profesi ini sejak 2005.
Ia mengakui kehadiran ojek online membuat pendapatannya menurun drastis.
“Sekarang susah cari penumpang. Terasanya sejak ada ojek online. Kadang ramai, kadang tidak, tapi ya harus dijalani,” ujar Erlan kepada Padang Ekspres, Jumat (7/11/2025).
Sebelum ojek online menjamur, Erlan bisa membawa pulang Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari.
Kini, ia hanya memperoleh sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.
“Kadang cuma dapat dua penumpang. Tapi ini satu-satunya pekerjaan yang saya bisa,” tambahnya.
Meski begitu, Erlan tetap mengandalkan hubungan personal dengan pelanggan. Ia hafal rumah dan kebiasaan penumpangnya.
“Kalau pelanggan saya, biasanya tinggal telepon saja. Tidak perlu pakai aplikasi,” katanya.
Baca Juga: Teori Pemain: Traveler Genshin Impact Diduga Punya Kaitan Langsung dengan Struktur Kosmis Teyvat
Rekan satu pangkalannya, Roni (42), sempat menjadi ojek online di Jakarta sebelum kembali ke Padang.
“Sekarang motor saya tidak memenuhi syarat, harus tahun 2018 ke atas. Jadi ya mangkal saja,” ujarnya.
Bagi mereka, pangkalan bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial warga sekitar.
Mereka sering diminta tolong untuk mengantar anak sekolah, mengambil barang, atau membantu orang yang butuh transportasi mendadak.
“Kadang ada yang buru-buru ke bandara atau minta antar anak ke sekolah,” kata Erlan.
Namun kini, banyak pangkalan yang mulai sepi. “Beberapa teman ada yang kerja bangunan. Ojekan sekarang hanya sampingan,” lanjutnya.
Meski situasi kian sulit, Erlan tetap bertahan. “Yang penting cukup untuk makan. Rezeki sudah diatur,” ujarnya.
Para tukang ojek pangkalan ini mungkin tak seramai dulu, tapi kesetiaan dan semangat mereka menjadi bukti bahwa di balik perubahan zaman, masih ada yang memilih bertahan dengan cara sederhana.(Fadli Zikri)
Editor : Hendra Efison