Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dedikasi Jhoni Andesta Bangun Klub Atletik Mandiri untuk Cetak Generasi Berprestasi

Muhammad Reza Bayu Permana • Senin, 17 November 2025 | 13:29 WIB

UTAMAKAN KARAKTER: Jhoni Andesta bersama para atlet didikannya di Al-Ghij Atlhetics Club, Pasalalang, Kuranji, Kota Padang, Jumat (14/11).
UTAMAKAN KARAKTER: Jhoni Andesta bersama para atlet didikannya di Al-Ghij Atlhetics Club, Pasalalang, Kuranji, Kota Padang, Jumat (14/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-Kalau sudah kadung cinta, apa pun dilakukan. Bahkan dengan menyisihkan uang pribadi, tak jadi persoalan. Salah satu kisahnya datang dari Jhoni Andesta.

LAHAN dengan luas lingkar sekitar 500 meter itu jauh dari hiruk pikuk aktivitas kota. Di sana, 12 orang pelajar menempa bakat setiap hari. Pagi dan sore.

Ada lompat tinggi, lari halang rintang, lempar cakram, dan beberapa nomor atletik lainnya. Keberadaan tempat itu tak bisa dilepaskan dari satu nama, Jhoni Andesta.

Dialah pimpinan sekaligus pelatih mereka yang tergabung dalam Al-Ghij Atlhetics Club. Klub atletik itu sudah berdiri sejak tahun 2007. Namun saat itu masih berlokasi di Palarik, Kelurahan Aiapacah, Kecamatan Kototangah, Kota Padang.

Baru pada tahun 2014 pindah ke tempat saat ini. Sekitar lima kilometer arah timur Simpang Bypass Balaibaru, Padang. Tepatnya di Pasalalang, Kecamatan Kuranji.

Jhoni Andesta tak sekadar melatih anak didiknya secara teknis. Bagi dia, pelatihan atletik melampaui teknik dan fisik semata. Maka pendidikan akhlak, karakter, dan kemandirian menjadi dasar penekanannya.

“Di klub, bukan sekadar latihan olahraga prestasi. Tapi lebih awal didasari pendidikan akhlak, karakter, kemandirian. Mengajarkan kepada atlet di usia muda ’menanam di waktu muda, di waktu tua engkau menuai’, karena prestasi butuh proses yang sangat panjang,” katanya kepada Padang Ekspres, Jumat (14/11).

Klub itu didirikan saat ia masih bujang. Cukup muda. Baru 21 tahun. Sebagai lulusan Jurusan Pendidikan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universtias Negeri Padang (UNP), motivasinya tidak sekadar ingin mengaplikasikan ilmu yang telah ia dapatkan di bangku perguruan tinggi.

Tapi juga bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar tak terpengaruh hal-hal negatif dari lingkungan mereka. Sebagai pelatih, lelaki 39 tahun itu tidak hanya mengandalkan ilmu dari perguruan tinggi.

Ia juga memiliki kualifikasi resmi berupa Sertifikat Penataran Pelatih Level 1 LAAF dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), dan Sertifikat Pelatih Tingkat Dasar dari Lembaga Akreditasi Nasional Keolahragaan.

Sejauh ini, beberapa atletnya pun telah meraih sejumlah prestasi. Salah satunya Muhammad Fakhri Ramadhan, 18, pada nomor lompat tinggi yang baru saja meraih perak pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional, beberapa waktu lalu.

Selain itu ada Genta Saputra peraih medali perunggu pada Kejurnas PPLP dan Muhammad Zahid Farel, atlet lempar cakram peraih medali perak pada Kejurprov Atletik di Limapuluh Kota pada tahun ini.

Dedikasinya pada dunia atletik didukung penuh sang istri, Ilma Yeni. Salah satu bentuk dukungan itu adalah lahan di Pasalalang ini merupakan milik perempuan 34 tahun tersebut.

Operasional klub sepenuhnya dibiayai secara mandiri. Seluruh biaya, termasuk pembangunan sarana, bersumber dari usaha pemandian yang juga ada di lahan itu.

Dengan kemandirian finansial, ia mampu memberikan pelatihan secara gratis. Latihan dilakukan setiap Senin hingga Minggu. Pagi hari didedikasikan untuk latihan mandiri setelah subuh. Sedangkan latihan klub diadakan sore hari pukul 15.00, disesuaikan dengan jadwal pulang sekolah atlet.

Apa yang menjadi penekanan ayah enam anak itu saat mendidik para atletnya, dirasakan Muhammad Fakhri Ramadhan. Ia telah bergabung sejak tahun 2022.

“Pelatih saya itu baik. Orangnya sangat disiplin. Dalam melatih, tidak hanya melatih teknik, fisik, dan lain-lain, melainkan juga mengubah mindset atletnya. Itu yang paling penting, karena itu yang membuat atlet yakin dengan apa yang ingin dicapainya,” ungkap Fakhri.

Ia menambahkan, hal terpenting yang ia dapatkan dari pelatihnya adalah nilai spiritual. Jhoni tidak pernah lupa untuk mengingatkan para atletnya untuk sholat lima waktu.

Terkait disiplin waktu dan keseriusan dalam latihan merupakan hal utama yang ia rasakan. Kemudian pada setiap latihan, mereka pun ditekankan untuk harus ada peningkatan. (M REZA BAYU PERMANA—Padang)

Editor : Novitri Selvia
#Pekan Olahraga Pelajar Nasional #Jhoni Andesta #Klub Atletik Mandiri #Persatuan Atletik Seluruh Indonesia #Muhammad Fakhri Ramadhan