Asyifa Rahma Fiandra, 16, siswa SMAN 1 Pariaman, berhasil tembus ITB lewat jalur SNBP. Belajar lima jam setiap hari dan rajin ikut lomba olimpiade menjadi salah satu caranya menembus institut terkemuka di Indonesia.
Laporan: Zikriniati — Pariaman
Beberapa waktu lalu, jagad maya Pariaman heboh. Rektor ITB beserta sejumlah guru besar datang langsung ke Pariaman menjemput Syifa yang tembus ITB lewat jalur SNBP.
Syifa, begitu ia akrab disapa, berasal dari keluarga sederhana. Ia tinggal di rumah neneknya di Simpang Apa, Pariaman Utara.
Sejak kecil, Syifa telah terpisah dari ayahnya. Ia kemudian ditinggal ibunya, Fitriani, untuk selama-lamanya setelah kecelakaan yang menimpa dirinya dan sang ibu satu tahun lalu.
Meski demikian, Syifa tak terpuruk. Di tengah kepahitan ditinggal ibu, ia berusaha tegar. Kerinduan terhadap almarhumah ia lampiaskan dengan giat belajar. Syifa ingat betul, ia sering bercerita kepada ibunya ingin kuliah di ITB dan sang ibu selalu mengaminkan keinginan putrinya.
Baca Juga: Pemprov Sumbar Kejar Pajak Air Permukaan Rp1 Triliun dari Sawit
Sedikitnya, Syifa belajar hingga lima jam setiap pulang sekolah. Ponsel merupakan benda yang ia singkirkan saat belajar. Ia mempelajari semua mata pelajaran satu jam setelah istirahat sepulang sekolah.
Baginya, belajar adalah candu. Beruntung, ia memiliki abang bernama Yudha, 28, yang mendukung penuh cita-citanya. Sepeninggal sang ibu, Syifa tinggal bersama abangnya saat jadwal sekolah. Kemudian saat libur, ia pulang ke rumah neneknya di Simpang Apa.
“Syifa ingin jadi geolog, makanya Syifa pilih jurusan Teknik Geologi di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Syifa cuma memilih jurusan itu saat SNBP. Jujur saja awalnya pesimis lulus karena pasti banyak yang memilih. Alhamdulillah rasanya seperti mimpi saat dinyatakan lulus,” ujarnya saat bertemu Padang Ekspres.
Sebelum pengumuman, Syifa selalu mengirim pesan ke ponsel ibunya yang masih ia simpan. Ia khawatir tidak lulus SNBP. Kebiasaan tersebut ia lakukan saat membutuhkan dukungan, meski ia tahu pesannya tak akan pernah dibalas.
Syifa tidak hanya berhasil lulus di ITB, namun juga menarik perhatian Rektor ITB. Ia dijemput langsung oleh rektor bersama sejumlah guru besar untuk memotivasi agar semangat kuliah.
Baca Juga: Djohermansyah Djohan: WFH ASN Mulai Pekan Depan, Ujian Disiplin dan Kinerja Birokrasi
Syifa mengaku bahagia tak terhingga. Ia tidak pernah membayangkan rektor ITB datang langsung ke rumah neneknya.
“Terharu dan bahagia sekali saat Rektor ITB datang ke rumah nenek. Alhamdulillah menjadi penyemangat untuk Syifa kuliah,” ujarnya.
Syifa menyebut, untuk bisa tembus ITB harus giat belajar sekaligus rajin mengikuti lomba olimpiade. Kebiasaan tersebut membantunya terbiasa membahas soal serta meraih medali sebagai penunjang SNBP.
Sementara itu, Wakasek Bidang Kehumasan SMAN 1 Pariaman, Roni Saputra, 40, menjelaskan Syifa merupakan sosok siswa cerdas dan kompetitif.
“Syifa itu semangat belajarnya luar biasa. Ia selalu optimis saat ikut lomba dan gigih mengikuti olimpiade di berbagai sekolah di Sumbar. Syifa juga berhasil masuk 10 besar pada olimpiade tingkat Provinsi Sumbar,” ujarnya.
Baca Juga: Sidang Kode Etik Peradi SAI Padang Periksa Dugaan Pelanggaran Advokat
Guru di sekolah, sebut Roni, mendukung penuh semangat siswa tersebut. Sekolah memfasilitasi dengan menghadirkan mentor, baik dosen maupun lembaga pelatihan olimpiade untuk pembinaan siswa.
Untuk tahun ini, sebanyak 42 siswa SMAN 1 Pariaman berhasil lolos SNBP 2026 di berbagai kampus seperti ITB, IPB, UPI, Unand, dan lainnya. Ia berharap Syifa dan siswa lain dapat terus berprestasi dan menjadi motivasi bagi adik kelasnya.(***)
Editor : Hendra Efison