Dari Lahan Penuh Paku, Kebun Stroberi Angah Bancah Tumbuh Jadi Agrowisata di Agam

Dian Nurul Haq • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Kebun Stroberi Angah Bancah di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, dikembangkan dari lahan kosong menjadi kebun stroberi dan agrowisata.
Kebun Stroberi Angah Bancah di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, dikembangkan dari lahan kosong menjadi kebun stroberi dan agrowisata.

PADEK.JAWAPOS.COM—Lahan kosong yang sebelumnya dipenuhi tanaman paku kini berubah menjadi kebun stroberi di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Di lahan sekitar 4.000 meter persegi itu, Suwarni mengembangkan Kebun Stroberi Angah Bancah sekaligus membuka pengalaman agrowisata bagi pengunjung.

Perubahan tersebut dimulai pada April 2021. Saat itu, lahan belum dimanfaatkan untuk budidaya stroberi. Suwarni mengolahnya secara bertahap hingga pada Juni 2021 mulai mengisi lahan dengan tanaman stroberi.

Pada tahap awal, sekitar 800 karung stroberi ditanam. Modal berasal dari dana pribadi yang dikeluarkan secara bertahap. Setiap karung membutuhkan modal sekitar Rp50 ribu sehingga pengembangan kebun dilakukan perlahan sesuai kemampuan.

Ide mengembangkan stroberi berawal dari perkumpulan pengajian yang diikuti Suwarni. Dari perkumpulan tersebut muncul dorongan untuk mengembangkan usaha perkebunan yang dapat membantu meningkatkan perekonomian anggota. Suwarni kemudian menjadi salah satu anggota yang mencoba mengembangkan tanaman stroberi.

Lima tahun berjalan, kebun itu tidak lagi sekadar menjadi tempat budidaya. Suwarni mengembangkannya menjadi lokasi agrowisata dengan konsep sederhana, yakni pengunjung dapat memetik stroberi langsung dari tanaman.

Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Setelah berada di kebun, pengunjung mendapat keranjang dan gunting untuk memetik stroberi sesuai keinginan. Buah yang dipetik kemudian ditimbang sebelum dibawa pulang.

Stroberi hasil petikan dijual Rp80 ribu per kilogram. Jika hasil petikan kurang dari satu kilogram, pengunjung tetap dapat membawanya pulang dengan pembayaran berdasarkan berat buah yang diperoleh. Pengelola menyarankan pengunjung menimbang hasil petikan terlebih dahulu sebelum mencoba buah di lokasi.

Stroberi Tak Berhenti Jadi Buah Segar

Aktivitas di Kebun Stroberi Angah Bancah tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar. Ketika buah sudah matang, Suwarni segera memetiknya untuk menghindari kerusakan, terutama saat curah hujan terlalu sering.

Sebagian hasil panen kemudian diolah menjadi selai, dodol stroberi, manisan, dan es krim. Ada pula keripik berbahan daun stroberi yang dijual di lokasi.

Cara tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan hasil panen agar tidak seluruhnya terbuang ketika buah matang bersamaan. Stroberi yang tidak langsung dijual segar dapat diberi nilai guna melalui berbagai produk olahan.

Kebun ini juga menyediakan bibit stroberi. Bibit berasal dari sulur tanaman dan dijual Rp5.000 per bibit bagi masyarakat yang ingin menanam stroberi.

Dari sisi budidaya, proses menghasilkan buah membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, tergantung kondisi bibit. Sulur yang telah memiliki akar dapat dipindahkan setelah sekitar 20 hari, kemudian membutuhkan waktu sekitar dua bulan setelah ditanam hingga mulai menghasilkan buah yang bisa dipetik.

Akhir Pekan Jadi Waktu Ramai

Kebun Stroberi Angah Bancah buka setiap hari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama ketika cuaca mendukung.

Saat ramai, kendaraan pengunjung dapat memenuhi area parkir hingga bagian atas dan bawah lokasi. Aktivitas kebun juga melibatkan empat pekerja yang menangani pengelolaan tanaman, kegiatan agrowisata, hingga pengolahan hasil stroberi.

Selain melayani pengunjung, kebun tersebut menerima pesanan stroberi dari sejumlah pihak yang datang langsung ke lokasi.

Bagi Suwarni, pengembangan kebun tidak berhenti pada aktivitas wisata petik stroberi. Ia berharap pengolahan hasil panen dapat terus berkembang sehingga stroberi dari Angah Bancah memiliki lebih banyak bentuk pemanfaatan.

Dari lahan kosong yang dahulu dipenuhi tanaman paku, kebun itu kini menjadi ruang budidaya, tempat pengunjung memetik buah, sekaligus lokasi pengembangan berbagai olahan stroberi di Balingka. (mg10)

Editor : Hendra Efison
Kebun Stroberi Angah Bancah agrowisata Agam petik stroberi stroberi Balingka