Ayah Meninggal, Salsabila Rintis Mochica dengan Omzet Rp2 Juta per Minggu

Lara Putri Yulina • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Salsabila Amanda Putri melayani pembeli di lapak Mochica di kawasan Jalur Dua Kantor Bupati Solok Selatan. (Lara Putri)
Salsabila Amanda Putri melayani pembeli di lapak Mochica di kawasan Jalur Dua Kantor Bupati Solok Selatan. (Lara Putri)

PADEK.JAWAPOS.COM — Salsabila Amanda Putri, 23, merintis usaha kuliner Mochica untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan ketiga adiknya setelah sang ayah meninggal dunia pada 2023. Berawal dari coba-coba membuat mochi untuk konsumsi sendiri, usaha yang dirintisnya sejak 2024 itu kini menghasilkan omzet sekitar Rp2 juta per minggu.

Perempuan yang akrab disapa Aca tersebut sebelumnya berjualan makanan di sekolah-sekolah.

Namun, penghasilannya belum mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga ia berusaha mencari sumber pendapatan lain yang lebih menjanjikan.

Aca mulai membuat mochi pada 2024. Karena hasil buatannya berlebih, ia mencoba menjual camilan tersebut dan mempromosikannya melalui media sosial.

Respons positif dari teman-temannya yang membeli dan menyukai mochi buatannya menjadi awal perkembangan Mochica.

Dari percobaan sederhana itu, Aca mulai melihat peluang untuk membangun usaha sendiri.

Merintis Usaha demi Ketiga Adik

Keputusan Aca menekuni usaha semakin kuat setelah ayahnya meninggal dunia pada 2023.

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia merasa bertanggung jawab membantu memenuhi kebutuhan hidup ketiga adiknya yang masih bersekolah.

“Kalau saya bekerja dengan orang, gajinya setiap bulan. Rasanya tidak mungkin cukup untuk menghidupi adik-adik saya yang bertiga, sementara mereka semuanya masih sekolah,” tuturnya.

Aca menilai berwirausaha memberinya kesempatan untuk memperoleh penghasilan sekaligus membantu keluarganya.

Ia pun terus mengembangkan pilihan produk agar usahanya dapat menjangkau lebih banyak pembeli.

Kini, Mochica menjual beragam camilan manis, mulai dari mochi, fruit sando, es krim cemil, hingga es krim gabin bar.

Mochi menjadi produk pertama yang ditawarkan sejak 2024, sedangkan produk lainnya ditambahkan secara bertahap mengikuti perkembangan usaha.

Jual Beragam Camilan dengan Harga Terjangkau

Mochica menawarkan produknya dengan harga yang relatif terjangkau.

Mochi dijual Rp6.000, es krim cemil Rp10.000, sedangkan fruit sando dan es krim gabin bar masing-masing dibanderol Rp12.000.

Aca membuka lapak di kawasan Jalur Dua Kantor Bupati Solok Selatan.

Ia berjualan setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, serta mempromosikan produknya melalui Instagram dengan akun @mochicamochi.id.

Dari penjualan tersebut, Aca mampu meraih omzet sekitar Rp2 juta per minggu.

Meski begitu, aktivitas usahanya ikut terdampak kabut asap yang melanda wilayah Solok Selatan.

“Penjualan agak berkurang karena kabut asap ini. Namun, alhamdulillah, masih ada rezeki. Semoga kabut asap ini cepat hilang,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan modal, Aca tetap berupaya mempertahankan usahanya.

Ia memiliki rencana membuka cabang baru, tetapi untuk sementara masih berfokus mengembangkan Mochica dari lokasi penjualan saat ini.

Aca berharap Mochica kelak berkembang menjadi toko sendiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui produk yang enak serta terjangkau.

Usaha yang bermula dari percobaan sederhana itu kini menjadi salah satu upayanya membangun masa depan keluarga sekaligus membantu pendidikan ketiga adiknya. (mg9)

Editor : Hendra Efison
Salsabila Amanda Putri Mochica Solok Selatan usaha mochi UMKM Solok Selatan kisah pengusaha muda