Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mobil Listrik vs Mobil Konvensional: Perbandingan Biaya dan Kinerja

Tandri Eka Putra • Minggu, 26 Januari 2025 | 14:17 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

 

Semakin populernya kendaraan listrik (EV), banyak orang mulai membandingkannya dengan mobil konvensional berbahan bakar bensin atau diesel. Apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing, terutama dari segi biaya dan kinerja? Berikut ulasannya:

Biaya Pembelian

Mobil listrik umumnya memiliki harga awal yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Dilansir dari Cuaninaja.id hal ini disebabkan oleh teknologi baterai yang mahal dan biaya produksi yang lebih tinggi. Namun, berbagai insentif pemerintah dan subsidi sering kali membantu menurunkan harga EV, membuatnya lebih terjangkau.

Sebaliknya, mobil konvensional tersedia dalam berbagai segmen harga, mulai dari yang ekonomis hingga premium. Pilihan yang lebih luas ini membuat mobil konvensional lebih mudah diakses bagi konsumen dengan anggaran terbatas.

Biaya Operasional

Salah satu keunggulan utama mobil listrik adalah biaya operasional yang lebih rendah. Pengisian daya listrik umumnya lebih murah dibandingkan mengisi bahan bakar fosil. Selain itu, mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga biaya perawatan seperti penggantian oli atau servis mesin dapat dihilangkan atau diminimalkan.

Mobil konvensional, meskipun memiliki biaya pembelian yang lebih rendah, sering kali memerlukan perawatan rutin yang lebih mahal, termasuk pergantian oli, perbaikan mesin, dan pemeriksaan emisi. Biaya bahan bakar yang fluktuatif juga menjadi pertimbangan.

Kinerja

Mobil listrik menawarkan akselerasi instan berkat torsi maksimum yang tersedia sejak awal. Pengemudi dapat merasakan pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif. Selain itu, mobil listrik lebih senyap, memberikan pengalaman berkendara yang nyaman.

Di sisi lain, mobil konvensional masih menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan jangkauan yang lebih jauh atau performa tinggi dalam kondisi ekstrem, seperti off-road atau balapan. Namun, teknologi EV terus berkembang, dan banyak produsen kini menghadirkan model EV dengan kinerja tinggi.

Jangkauan dan Pengisian Daya

Salah satu tantangan terbesar mobil listrik adalah jangkauan baterai yang terbatas dan waktu pengisian daya yang relatif lama. Meskipun infrastruktur pengisian daya semakin berkembang, pengguna masih harus merencanakan perjalanan panjang dengan lebih hati-hati.

Mobil konvensional unggul dalam hal ini karena stasiun bahan bakar tersedia hampir di mana saja, dan pengisian ulang bahan bakar hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Dampak Lingkungan

Mobil listrik lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi saat digunakan. Namun, penting untuk mempertimbangkan sumber energi listrik yang digunakan, karena listrik dari pembangkit berbasis batu bara masih menghasilkan emisi karbon.

Mobil konvensional menghasilkan emisi karbon langsung dari pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan mobil ini berdampak negatif pada kualitas udara, terutama di daerah perkotaan.(*)

Editor : Tandri Eka Putra
#mobil listrik #mobil konvensional #kinerja #biaya #kendaraan