Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Orang yang Membawa Luka Masa Lalu, Sering Menunjukkan 7 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya

Suci Kurnia Putri • Kamis, 30 Januari 2025 | 14:00 WIB

(Canva.com/pixelshot)
(Canva.com/pixelshot)
PADEK.JAWAPOS.COM—Saat memulai hubungan baru, terkadang kita membawa bekas luka dari masa lalu yang tak terlihat. Luka emosional yang belum sembuh bisa memengaruhi cara kita berinteraksi dengan pasangan baru, meskipun tanpa disadari.

Ini menyebabkan kita melakukan perilaku yang tidak sehat, yang bisa memicu ketegangan atau kesalahpahaman dalam hubungan yang seharusnya bahagia.

Jika kamu merasa hal ini terjadi pada dirimu atau pasangan, mungkin ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Dikutip dari website Small Business Bonfire pada Kamis (30/1/25), Berikut tujuh tanda kamu masih dibayangi luka masa lalu dalam hubungan yang baru.

  1. Berlebihan dalam Membalas

Bagi sebagian orang, luka masa lalu bisa meninggalkan rasa tidak cukup. Hal ini bisa mendorong seseorang untuk berusaha berlebihan dalam hubungan baru. Mereka mungkin mencoba menyenangkan pasangan dengan selalu mengutamakan keinginan pasangan, bahkan sampai melupakan diri sendiri.

Meskipun niatnya baik, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam hubungan dan menumbuhkan kebencian.

  1. Menghindari Konflik

Tak jarang seseorang yang pernah mengalami pertengkaran hebat di hubungan sebelumnya, berusaha menghindari konflik dalam hubungan baru dengan segala cara.

Mereka lebih memilih untuk menyetujui pendapat pasangan atau mengubah topik pembicaraan. Sayangnya, menghindari konflik tidak menyelesaikan masalah dan justru membuat perasaan yang terpendam berkembang menjadi kebencian.

  1. Mencari Kepastian Terus-menerus

Luka masa lalu bisa membuat seseorang merasa tak aman dalam hubungan baru. Mereka seringkali mencari kepastian melalui kata-kata manis atau perhatian ekstra dari pasangan, seperti meminta ucapan "Aku cinta kamu" berkali-kali.

Perilaku ini berasal dari rasa takut kehilangan atau merasa tidak dicintai, yang biasanya berakar dari pengalaman masa lalu yang penuh ketidakpastian.

  1. Menahan Diri Secara Emosional

Melindungi diri setelah mengalami pengkhianatan atau patah hati sering kali membuat seseorang menahan diri secara emosional dalam hubungan baru. Mereka enggan untuk berbagi perasaan atau berkomitmen penuh pada pasangan.

Meski terlihat sebagai cara untuk menjaga diri, perilaku ini menghalangi terciptanya hubungan yang mendalam antar keduanya.

  1. Membandingkan dengan Hubungan Lama

Membandingkan pasangan baru dengan mantan adalah perilaku yang sering tidak disadari terjadi. Orang yang membawa luka masa lalu sering kali tidak bisa melepaskan kenangan buruk dan membandingkan setiap tindakan pasangan baru dengan pengalaman masa lalu. Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang tanpa bayang-bayang masa lalu.

  1. Terlalu Membela Diri

Ketika seseorang merasa terluka atau diserang dalam hubungan sebelumnya, mereka bisa menjadi sangat defensif. Hal ini seringkali terlihat dalam respons berlebihan terhadap pertanyaan atau pernyataan pasangan.

Perilaku ini berasal dari ketakutan bahwa hubungan akan mengalami hal yang sama seperti sebelumnya. Akibatnya, komunikasi terbuka menjadi terhambat dan kesalahpahaman mudah terjadi.

  1. Menjatuhkan Hubungan Sendiri

Seseorang yang merasa tidak pantas bahagia atau takut terluka lagi, bisa tanpa sadar merusak hubungan yang sedang dibangun. Mereka mungkin mulai menciptakan masalah, menarik diri, atau bahkan mengkhianati pasangan sebagai cara untuk melindungi diri. Ini merupakan pola yang harus dihentikan agar hubungan bisa berkembang dengan sehat.

Luka masa lalu bisa membentuk bagaimana kita berinteraksi dalam hubungan saat ini, tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Setiap orang berhak untuk sembuh, belajar, dan membentuk hubungan yang lebih sehat.

Jika kamu merasa perilaku ini memengaruhi hubunganmu, cobalah untuk mengenali dan menghadapi luka tersebut. Terapi atau berbicara dengan seseorang yang dipercaya bisa membantu membuka jalan menuju hubungan yang lebih baik. (*)

Editor : Hendra Efison
#menghindari konflik #hubungan baru #luka masa lalu #perilaku