Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hati-Hati! 7 Jenis Anggota Keluarga yang Bisa Merusak Kebahagiaanmu Menurut Psikologi

Suci Kurnia Putri • Senin, 3 Februari 2025 | 11:12 WIB

Ilustrasi individu sedang digosipkan.
Ilustrasi individu sedang digosipkan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Keluarga seharusnya menjadi tempat yang penuh kasih dan dukungan. Namun, tidak semua hubungan keluarga berjalan harmonis. Beberapa anggota keluarga justru bisa menjadi sumber stres dan mengganggu kedamaian hidupmu.

Dikutip dari website Personal Branding Blog pada Senin (3/2/25), Menurut psikologi, ada tujuh tipe anggota keluarga yang sebaiknya kamu hindari atau batasi interaksinya demi menjaga kebahagiaan dan kesejahteraan mentalmu.

  1. Selalu Melihat Sisi Buruk

Tipe ini selalu melihat sisi negatif dari segala hal. Setiap keputusanmu dianggap tidak cukup baik, dan mereka selalu punya alasan untuk meragukan keberhasilanmu.

Dampaknya? Kamu bisa ikut terpengaruh dan mulai merasa pesimis terhadap hidupmu sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang penuh negativitas dapat memperburuk suasana hati dan menurunkan motivasi.

Jika memungkinkan, batasi interaksi dengan mereka dan fokuslah pada orang-orang yang lebih suportif.

  1. Terlalu Suka Mengatur

Mereka selalu ingin ikut campur dalam hidupmu, mulai dari karier, pergaulan, hingga keputusan pribadi. Orang seperti ini cenderung merasa bahwa mereka tahu yang terbaik untukmu dan tak segan mengatur langkah-langkah hidupmu.

Padahal, terlalu banyak kontrol dari orang lain bisa menyebabkan kecemasan dan menurunkan kepercayaan diri. Psikologi menyarankan untuk menetapkan batasan yang jelas. Ingat, kamu yang bertanggung jawab atas hidupmu sendiri.

  1. Suka Mengkritik tanpa Henti

Apapun yang kamu lakukan, mereka selalu punya komentar negatif. Dari pilihan pakaian, cara berbicara, hingga keputusan besar dalam hidupmu, semuanya seakan salah di mata mereka.

Terus-menerus dikritik bisa menurunkan harga diri dan membuatmu ragu terhadap kemampuanmu sendiri. Jika memungkinkan, hadapi dengan tegas.

Katakan bahwa kritik yang tidak membangun tidak diperlukan, atau jika terlalu melelahkan, jaga jarak dari mereka.

  1. Sumber Drama dan Konflik

Tipe ini hidup untuk konflik. Mereka suka membesar-besarkan masalah, menyebarkan gosip, dan menciptakan ketegangan di antara anggota keluarga.

Berada di sekitar mereka bisa membuatmu merasa cemas dan terjebak dalam konflik yang tidak perlu. Cara terbaik menghadapinya? Jangan ikut terlibat dalam drama mereka. Jaga netralitas dan jangan biarkan emosimu dikendalikan oleh permainan mereka.

  1. Selalu Merasa Harus Lebih Unggul

Ada anggota keluarga yang selalu merasa perlu untuk lebih unggul darimu. Setiap pencapaianmu dibandingkan, dan mereka selalu ingin menonjolkan kesuksesan mereka di atasmu.

Kompetisi yang berlebihan dalam keluarga bisa menciptakan ketegangan dan perasaan iri. Jika menghadapi orang seperti ini, ingatkan dirimu bahwa hidup bukanlah perlombaan. Fokus pada perjalananmu sendiri tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain.

  1. Suka Membuatmu Merasa Bersalah

Mereka selalu membuatmu merasa bersalah jika tidak memenuhi harapan mereka. Bisa jadi orang tua, saudara, atau kerabat yang selalu menuntut perhatian dan pengorbanan darimu tanpa mempertimbangkan kebutuhanmu sendiri.

Hidupmu bukan untuk terus-menerus menyenangkan orang lain. Belajarlah untuk berkata "tidak" dan prioritaskan kesejahteraan dirimu sendiri. Psikologi menekankan bahwa batasan yang sehat adalah kunci untuk hubungan yang harmonis.

  1. Selalu Menguras Energimu

Tipe ini selalu datang kepadamu dengan keluhan dan masalah tanpa henti, tetapi tidak pernah benar-benar mendengarkan atau peduli pada kesejahteraanmu. Mereka menguras energimu dengan keluhan, tanpa pernah memberikan dukungan balik.

Interaksi dengan mereka bisa membuatmu lelah secara emosional. Solusinya? Batasi waktu yang kamu habiskan dengan mereka dan pastikan kamu juga mengisi ulang energimu dengan bergaul dengan orang-orang yang positif dan suportif.

Menghindari atau membatasi interaksi dengan anggota keluarga yang beracun bukan berarti membenci mereka. Ini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosionalmu. (*)

Editor : Adetio Purtama
#keluarga #7 Jenis Anggota Keluarga yang Bisa Merusak Kebahagiaanmu Menurut Psikologi