Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Siapa yang Paling Berbahaya? Ini 4 Jenis Pembohong yang Harus Kamu Ketahui!

Suci Kurnia Putri • Rabu, 12 Februari 2025 | 11:52 WIB

Ilustrasi seseorang bermuka dua.
Ilustrasi seseorang bermuka dua.
PADEK.JAWAPOS.COM—Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah menemui pembohong. Entah itu teman, pasangan, rekan kerja, atau bahkan diri kita sendiri.

Namun, tidak semua kebohongan itu sama. Ada berbagai jenis pembohong yang dibedakan berdasarkan kepada siapa mereka berbohong dan tentang apa mereka berbohong.

Memahami tipe-tipe pembohong itu penting agar kita tidak mudah tertipu dan bisa lebih mengenali diri sendiri. Dikutip dari laman Nir and Far pada Rabu (12/2/25), secara garis besar, ada empat jenis pembohong yang perlu kita waspadai. Lalu, siapa yang paling berbahaya?

  1. Pembohong Menipu (Deceitful Liar)

Pembohong jenis ini adalah mereka yang berbohong kepada orang lain tentang fakta. Ini adalah kebohongan klasik yang sering kita temui, seperti seseorang yang mengarang cerita, menutupi kesalahan, atau memberikan informasi palsu.

Contoh sederhana adalah seorang anak kecil yang mengaku tidak memakan kue padahal ada remah-remah di mulutnya.

Namun, dalam skala yang lebih besar, pembohong seperti ini bisa menjadi manipulatif, misalnya dalam dunia politik atau bisnis.

Jika kebohongan ini terus dilakukan, kepercayaan akan rusak, dan hubungan sosial bisa hancur. Dalam kasus ekstrem, pembohong seperti ini bisa melakukan penipuan besar-besaran.

  1. Pembohong Bermuka Dua (Duplicitous Liar)

Ini adalah mereka yang berbohong kepada orang lain tentang nilai-nilai mereka. Artinya, mereka berpura-pura memiliki prinsip atau keyakinan tertentu, tetapi tindakan mereka bertentangan dengan apa yang mereka katakan.

Misalnya, seseorang yang mengaku sebagai orang jujur tetapi sering melakukan kecurangan di tempat kerja. Atau seorang pasangan yang mengklaim setia, tetapi diam-diam berselingkuh.

Kebohongan jenis ini jauh lebih merusak daripada kebohongan fakta karena melibatkan pengkhianatan nilai-nilai pribadi.

Orang-orang ini sering kali sulit dideteksi karena mereka terlihat meyakinkan dan bisa bertahan dalam kebohongan mereka untuk waktu yang lama.

  1. Pembohong Delusi (Delusional Liar)

Berbeda dari dua tipe sebelumnya, pembohong delusi adalah mereka yang berbohong kepada diri sendiri tentang fakta. Ini bisa berupa sikap menolak kenyataan atau menciptakan narasi palsu untuk menghindari perasaan tidak nyaman.

Misalnya, seseorang yang selalu menyalahkan keadaan atau orang lain atas kegagalannya, padahal sebenarnya dia tidak berusaha cukup keras. Atau seseorang yang percaya bahwa mereka sangat berbakat padahal belum memiliki keterampilan yang cukup.

Pembohong delusi tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga bisa memengaruhi orang lain. Mereka mungkin membuat keputusan yang buruk berdasarkan keyakinan yang salah, yang pada akhirnya bisa berdampak pada kehidupan orang di sekitarnya.

  1. Pembohong Terdemoralisasi (Demoralized Liar)

Jenis terakhir ini adalah mereka yang berbohong kepada diri sendiri tentang nilai-nilai mereka. Mereka tahu apa yang benar, tetapi tetap memilih untuk mengabaikannya karena berbagai alasan, seperti ketakutan, kemalasan, atau tekanan sosial.

Misalnya, seseorang yang selalu mengatakan ingin hidup sehat tetapi terus makan makanan tidak sehat dan malas berolahraga. Atau seseorang yang mengaku ingin sukses tetapi tidak pernah mengambil langkah nyata untuk mencapainya.

Kebohongan ini mungkin tidak langsung merugikan orang lain, tetapi dalam jangka panjang, dapat mengikis integritas dan harga diri.

Orang yang terus berbohong kepada diri sendiri akan sulit berkembang dan akhirnya terjebak dalam siklus kegagalan.

Siapa yang Paling Berbahaya?

Semua jenis pembohong memiliki dampak negatifnya masing-masing, tetapi yang paling berbahaya adalah pembohong bermuka dua (Duplicitous Liar).

Kenapa? Karena mereka tidak hanya menipu orang lain tetapi juga merusak kepercayaan dan hubungan secara mendalam. Orang seperti ini bisa berpura-pura peduli, setia, atau jujur, padahal mereka memiliki agenda tersembunyi.

Namun, penting untuk diingat bahwa semua orang mungkin pernah berbohong, baik sadar maupun tidak. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyadari kebiasaan ini dan berusaha untuk hidup dengan lebih jujur, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Jadi, setelah membaca ini, menurut kamu, siapa pembohong yang paling sering kamu temui di sekitarmu? (*)

Editor : Adetio Purtama
#pembohong #bohong