Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Love Bombing: 9 Tanda Cinta Berlebihan yang Bisa jadi Taktik Manipulasi, Waspada Sebelum Terjebak!

Wanda Andita Putri • Selasa, 18 Februari 2025 | 11:34 WIB

Ilustrasi pasangan bahagia.
Ilustrasi pasangan bahagia.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pernahkah kamu mendengar istilah “love bombing”? Love bombing adalah tindakan memberikan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan dengan tujuan untuk memanipulasi pasangan.

Pada awal hubungan, perlakuan romantis dan perhatian yang melimpah mungkin terasa menyenangkan. Namun, penting untuk membedakan antara kasih sayang yang tulus dengan upaya manipulatif.

Love bombing terjadi ketika seseorang membanjiri pasangan dengan kata-kata, tindakan, dan sikap yang berlebihan demi mengendalikan hubungan.

Jika kamu mengalami beberapa tanda berikut, bukan berarti pasanganmu langsung tergolong toxic. Namun, kamu sebaiknya tetap mendengarkan instuisimu.

Seperti yang dilansir dari laman Healthline pada Selasa (18/2/2025), terdapat beberapa tanda love bombing yang perlu diwaspadai, berikut ulasannya.

  1. Hadiah Berlebihan dan tidak Wajar

Love bombing sering ditandai dengan pemberian hadiah yang berlebihan, seperti mengirim banyak bunga ke kantor tanpa alasan jelas, membelikan tiket liburan mahal tanpa membicarakannya terlebih dahulu, serta mengajak makan malam mewah secara terus-menerus.

Hadiah yang terlalu besar dan terus-menerus bukan sekadar bentuk kasih sayang, tetapi bisa menjadi cara untuk membuatmu merasa berutang budi.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga, Tabitha Westbrook, pelaku love bombing sering kali memiliki sifat narsistik dan ingin mengendalikan pasangannya.

  1. Pujian yang Berlebihan

Tidak ada yang salah dengan memberikan pujian kepada pasangan. Namun, jika seseorang terus-menerus memberikan sanjungan ekstrem dalam waktu singkat, bisa jadi itu adalah tanda love bombing.

Pujian memang bisa terasa manis, tetapi jika datang terlalu cepat dan sering, bisa menjadi alat manipulasi untuk mendapatkan kepercayaan dan kasih sayangmu.

  1. Komunikasi yang Berlebihan

Pada awal hubungan, komunikasi yang intens bisa terasa wajar. Namun, jika pasangan terus-menerus mengirim pesan atau menelepon tanpa henti, ini bisa menjadi tanda peringatan.

Misalnya, dia mengirimi kamu pesan sejak pagi dan terus menghubungi setiap jam. Jika komunikasi terasa sepihak dan semakin melelahkan, waspadalah.

  1. Menuntut Perhatian Penuh

Pelaku love bombing sering kali menginginkan perhatian penuh dari pasangannya. Jika kamu sibuk dengan pekerjaan atau bersama teman, dia mungkin merasa cemburu atau kesal.

Menurut Westbrook, cinta yang sehat tidak menuntut seluruh waktu dan energi pasangan, tetapi menghargai batasan dan komitmen lainnya.

  1. Mengklaim Bahwa Kalian adalah Jodoh

Jika pasangan sering mengatakan bahwa hubungan kalian adalah takdir atau jodoh dalam waktu singkat, hal ini perlu diwaspadai.

Westbrook menekankan bahwa cinta sejati tidak terlihat seperti adegan film romantis. Hubungan yang sehat berkembang secara alami, bukan karena tekanan dari satu pihak.

  1. Memaksa Komitmen Secara Cepat

Pelaku love bombing sering kali ingin mempercepat hubungan dengan berbicara tentang pernikahan, tinggal bersama, atau masa depan bersama, meskipun baru mengenalmu dalam waktu singkat.

Westbrook menjelaskan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan waktu untuk berkembang. Tidak mungkin seseorang benar-benar mencintaimu lebih dari apa pun dalam waktu dua minggu, dua hari, atau bahkan dua bulan.

  1. Tidak Menghormati Batasanmu

Jika kamu mencoba menetapkan batasan, seperti meminta hubungan berjalan lebih perlahan, dia akan terus berusaha memanipulasi agar tetap mendapatkan apa yang dia inginkan.

Pelaku love bombing sering kali sulit menerima batasan dan akan membuatmu merasa bersalah karena tidak menerima cintanya.

  1. Bersikap Terlalu Bergantung

Dia ingin selalu bersamamu dan tidak bisa menghabiskan waktu sendiri. Jika kamu mulai menjauh sedikit saja, dia mungkin menjadi putus asa atau marah.

  1. Merasa tidak Seimbang dalam Hubungan

Di awal, love bombing bisa terasa menyenangkan, tetapi seiring waktu, kamu mungkin mulai merasa tidak nyaman dan cemas.

Jika intuisimu memberi tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dengarkan perasaan tersebut. Penting untuk tetap peka terhadap intuisi kamu, agar tidak terjebak dalam taktik manipulatif.

Jika hubungan terasa berkembang terlalu cepat dan terlalu intens, luangkan waktu untuk mengevaluasi perasaanmu. Ingat, cinta yang sehat harusnya dinikmati secara perlahan, bukan terburu-buru. (*)

Editor : Adetio Purtama
#cinta #Love Bombing #pasangan