Mereka sering mengatakan, “Aduh, banyak kerjaan nih,” atau “Waduh, nggak ada waktu buat apa-apa.” Tapi benarkah mereka benar-benar sesibuk itu?
Menurut psikologi, ada orang yang berpura-pura lebih sibuk dari kenyataannya. Mereka menggunakan kesibukan sebagai tameng untuk menunjukkan status, menghindari tanggung jawab, atau sekadar mencari perhatian.
Dikutip dari laman Baselinemag pada Sabtu (8/3/25), berikut delapan ciri orang yang sering membesar-besarkan kesibukan mereka.
- Haus Validasi
Orang yang berpura-pura sibuk sering memiliki kebutuhan besar untuk validasi. Mereka ingin diakui sebagai sosok yang penting dan produktif.
Dalam banyak kasus, ini berkaitan dengan kurangnya kepercayaan diri, mereka merasa lebih berharga jika orang lain melihat mereka sebagai seseorang yang sibuk dan dibutuhkan.
- Takut Diam
Bagi sebagian orang, momen tanpa aktivitas bisa terasa menakutkan. Mereka takut menghadapi diri sendiri, sehingga mengisi waktu dengan berbagai “kesibukan” agar tidak merasa hampa.
Studi bahkan menunjukkan bahwa beberapa orang lebih memilih mendapat kejutan listrik ringan daripada duduk diam selama 15 menit.
- Penunda Ulung
Meskipun terlihat sibuk, banyak dari mereka sebenarnya sedang menunda tugas yang sulit atau tidak menyenangkan. Sibuk menjadi alasan sempurna untuk menghindari pekerjaan yang sebenarnya harus mereka selesaikan.
- Mencari Perhatian
Ada juga yang menggunakan kesibukan sebagai strategi untuk menarik perhatian. Dengan selalu tampak sibuk, mereka berharap orang lain akan menganggap mereka penting atau sukses. Ini adalah cara halus untuk meminta pengakuan.
- Mengontrol Lingkungan
Mengatur jadwal padat membuat mereka merasa memiliki kendali penuh atas hidupnya. Dengan kesibukan yang dibuat-buat, mereka bisa menentukan kapan harus bertemu orang lain atau kapan harus menolak ajakan tanpa merasa bersalah.
- Menghubungkan Harga Diri dengan Produktivitas
Bagi sebagian orang, sibuk berarti bernilai. Mereka merasa harus terus bekerja agar tidak dipandang sebagai pemalas. Padahal, mengukur diri berdasarkan kesibukan bisa berbahaya dan berujung pada stres berlebihan.
- Takut Ketinggalan (FOMO)
Mereka yang takut tertinggal dari orang lain sering berpura-pura sibuk agar terlihat selalu update. Mereka ingin hadir di setiap acara dan proyek, meskipun sebenarnya tidak seproduktif yang mereka tunjukkan.
- Sulit Menolak
Banyak dari mereka tidak tahu bagaimana cara mengatakan “tidak.” Mereka menerima semua permintaan dan ajakan, lalu akhirnya terjebak dalam kesibukan yang sebenarnya bisa dihindari.
Penting untuk membedakan antara benar-benar sibuk dan sekadar berpura-pura sibuk. Orang yang produktif tahu cara mengelola waktu dan menetapkan prioritas, sementara orang yang berpura-pura sibuk sering kali hanya ingin terlihat penting.
Jika kamu merasa selalu kewalahan, mungkin ini saatnya mengevaluasi apakah kesibukanmu benar-benar membawa manfaat atau hanya ilusi belaka. (*)
Editor : Adetio Purtama