Jika kamu merasa sering seperti ini, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam pola pikir negatif yang dikenal sebagai catastrophizing, kebiasaan membayangkan skenario terburuk dari setiap situasi.
Dikutip dari laman Geediting pada Senin (21/4/25), berikut tujuh kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang-orang yang takut gagal bahkan sebelum mereka memulai sesuatu. Coba lihat, apakah kamu termasuk di antaranya?
1. Membayangkan Skenario Paling Buruk
Kamu cenderung langsung membayangkan kegagalan besar dari hal-hal sederhana. Misalnya, ketika hendak presentasi, yang terlintas justru bayangan kamu salah bicara, dipermalukan, atau bahkan dipecat.
Padahal, kemungkinan itu belum tentu terjadi. Pikiranmu terlalu jauh melompat ke hal negatif yang belum tentu nyata.
2. Berpikir “Aku Nggak Mampu” Sebelum Mencoba
Sebelum kamu mulai sesuatu, seperti melamar pekerjaan atau ikut lomba, kamu langsung merasa tidak cukup baik.
Kamu membandingkan dirimu dengan orang lain, lalu menyimpulkan bahwa kamu pasti gagal. Padahal, kamu belum mencobanya sama sekali.
3. Sangat Takut Dinilai Orang Lain
Ketakutanmu bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal bagaimana orang lain melihatmu. Kamu merasa bahwa jika gagal, orang lain akan menganggapmu bodoh, tidak kompeten, atau lemah.
Rasa takut ini bisa membuat kamu menahan diri untuk mencoba hal-hal baru.
Baca Juga: Free Rider: Ikut Rombongan tak Mau Susah Payah
4. Selalu Butuh Jaminan “Harus Sukses”
Kamu hanya mau bergerak jika kamu tahu hasilnya pasti berhasil. Jika ada sedikit kemungkinan gagal, kamu mundur. Padahal, hidup tidak pernah memberikan jaminan.
Semua pencapaian besar berawal dari keberanian untuk mencoba, meski tanpa kepastian.
5. Menghindari Risiko Kecil Sekalipun
Kamu cenderung bermain aman. Kamu lebih memilih zona nyaman daripada mencoba sesuatu yang menantang.
Bahkan hal-hal kecil, seperti berbicara di depan umum atau bertemu orang baru, terasa terlalu berisiko untukmu.
6. Selalu Mengandai-andai
Kamu sering terjebak dalam pikiran “bagaimana kalau…”. Misalnya, “Bagaimana kalau aku gagal?”, “Bagaimana kalau aku ditolak?”, atau “Bagaimana kalau semuanya jadi kacau?”.
Kamu terus mengandai-andai hal negatif, hingga akhirnya tidak jadi melakukan apa pun.
7. Menyalahkan Diri Sendiri Terlalu Cepat
Bahkan ketika kesalahan belum terjadi, kamu sudah bersiap menyalahkan diri sendiri. Kamu merasa kalau gagal, itu berarti kamu memang tidak layak atau bodoh.
Sikap ini membuat kamu kehilangan keberanian untuk belajar dari kesalahan.
Jika kamu menyadari beberapa dari tujuh kebiasaan di atas ada pada dirimu, itu bukan berarti kamu lemah. Justru itu langkah awal yang baik: menyadari. Kamu bisa mulai mengubah pola pikirmu perlahan-lahan. (*)
Editor : Hendra Efison