Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Investasi Emas Jadi Gaya Hidup Baru Warga Kota Padang. Apakah Kamu Salah Satunya?

Shyntia Aprizani • Sabtu, 26 April 2025 | 09:31 WIB

Seorang ibu muda membeli emas perhiasan di Toko Mas Damrah, Jumat (25/4/2025). (Foto: Shyntia/Padeks)
Seorang ibu muda membeli emas perhiasan di Toko Mas Damrah, Jumat (25/4/2025). (Foto: Shyntia/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok dan ketidakpastian ekonomi, warga Kota Padang mulai beralih ke investasi emas sebagai bentuk perlindungan keuangan jangka panjang.

Fenomena ini perlahan menjelma menjadi gaya hidup baru, terutama bagi mereka yang ingin menjaga nilai uang dari gerusan inflasi. Netha Viany, seorang karyawan swasta asal Lubuk Buaya, rutin membeli emas batangan setiap kali menerima gaji bulanan.

“Sekarang harga barang semua naik, uang cepat habis. Jadi saya pilih emas, karena nilainya tahan dan bisa disimpan lama,” ujar Netha saat ditemui di salah satu toko emas di Pasar Raya Padang, Jumat (25/5/2025).

Kebiasaan yang sama juga dilakukan oleh Tiara Lestari, pemilik butik online Ara Veilshop. Setiap kali memperoleh laba, ia langsung mengonversinya ke emas.

“Emas itu kayak brankas hidup. Saya nggak khawatir lagi uang tergerus inflasi. Lagipula, harga emas lagi bagus sekarang, sayang kalau dilewatkan,” ungkapnya.

Menurut Tiara, menyimpan emas menjadi langkah bijak dalam situasi ekonomi yang sulit diprediksi.

“Uang segitu-gitu aja, tapi harga terus naik. Pilihan kami ya investasi ke aset yang bisa ngikutin inflasi, salah satunya emas,” tambahnya.

Bagi ibu rumah tangga seperti Nanda Triana, emas juga menjadi "penyelamat keuangan keluarga".

“Daripada simpan uang di rekening yang tiap bulan berkurang karena biaya admin dan inflasi, mending saya simpan di emas. Kalau urgent, tinggal dijual. Sekarang situasi ekonomi bikin saya nggak mau ambil risiko,” tuturnya.

Mereka kompak menyebutkan bahwa naiknya harga bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng belakangan ini memaksa masyarakat untuk lebih kreatif dan strategis dalam mengelola keuangan.

Beberapa juga mengkritik lemahnya langkah konkret pemerintah dalam meredam dampak inflasi.

“Kami di bawah ini ngerasain langsung dampaknya. Pemerintah seharusnya bantu rakyat, bukan cuma sibuk urus proyek IKN,” sindir Nanda.

Dari sisi penjual, tren ini juga terlihat jelas. Andri, pegawai Toko Mas Singgalang, mengatakan bahwa pembelian emas tetap tinggi meski pembeli kini lebih berhitung.

“Yang beli masih banyak, tapi sekarang mereka lebih mikir panjang. Biasanya langsung beli 5 gram, sekarang nyicil 1 gram dulu,” jelasnya.

Andri juga menyoroti pentingnya literasi finansial di kalangan masyarakat. “Masih banyak yang ketipu beli emas palsu atau nggak ngerti beda antara emas murni dan perhiasan. Pemerintah dan media harus bantu dorong literasi biar masyarakat nggak salah langkah,” katanya.

Senada, Roy dari Toko Damrah menyebut emas batangan mini dan gelang polos sebagai produk favorit saat ini.

“Emas batangan kecil cocok buat investasi jangka pendek, gelang bisa disimpan sekaligus dipakai. Sekarang gaya hidup dan keuangan makin berbaur,” ujarnya.

Roy juga menambahkan, tren harga emas ke depan diperkirakan masih akan naik, terutama akibat ketegangan geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar dolar AS.

“Kalau kondisi global masih nggak stabil, emas pasti naik terus. Makanya, yang paham langsung beli sekarang sebelum makin mahal,” pungkasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa emas tak lagi sekadar aset, tapi mulai menjadi gaya hidup baru yang populer di kalangan masyarakat urban Padang. Apakah kamu salah satunya? (shy)

Editor : Hendra Efison
#Apakah Kamu Salah Satunya #investasi emas #Jadi Gaya Hidup Baru #Warga Kota Padang