Kecanduan media sosial bukan hal sepele. Ketika rasa ingin tahu terhadap dunia digital yang dibangun di TikTok, X, Facebook, YouTube, Instagram, dan platform lainnya berubah menjadi obsesi, hidup seseorang bisa berubah drastis bahkan bisa merusak.
Serangkaian studi dari National Institutes of Health tentang penggunaan media sosial dan kesehatan mental menunjukkan bahwa media sosial memang memiliki manfaat sosial.
Namun, penggunaan yang berlebihan, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda, dapat menimbulkan gangguan psikologis.
Kebiasaan itu juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang ingin lari dari kenyataan atau bahwa ia merasa sangat tidak bahagia dalam pernikahannya.
Dilansir dari laman Your Tango pada Senin (5/5/2025), terdapat tiga perilaku kecil yang bisa menjadi tanda bahwa seorang istri tidak bahagia dalam pernikahannya, berikut ulasannya.
1. Sering Menghubungi Mantan atau Teman Lama Laki-laki
Apakah kamu mulai intens berkomunikasi dengan teman laki-laki semasa SMA atau rekan kerja pria melalui media sosial secara agak genit dan terlalu akrab?
Apakah kamu sering memberi tanda suka atau komentar pada unggahan mereka lebih dari biasanya?
Jika semua ini kamu lakukan hingga larut malam atau dini hari, membicarakan hal-hal yang tidak kamu ceritakan kepada pasangan, atau bahkan menyembunyikan komunikasi tersebut dari pasangan, maka bisa jadi kamu sedang mencari sesuatu di tempat yang salah.
2. Secara Mental dan Emosional Menjauh dari Pasangan
Kebiasaan media sosial yang destruktif adalah kebiasaan yang membuat seorang istri menjauh secara emosional dari suaminya.
Hal ini bisa terlihat dari terlalu sering memeriksa media sosial saat bersama pasangan, terlalu menghabiskan waktu untuk aktif dalam diskusi daring, atau justru terlibat dalam hubungan dengan orang yang ditemui secara daring.
Beberapa hubungan daring mungkin tampak aman atau bermanfaat, tapi beberapa lainnya bisa menjadi awal keretakan rumah tangga.
3. Mencari Pelarian dan Hiburan dari Media Sosial, Bukan dari Pasangan
Jika seseorang lebih memilih menonton TikTok, Facebook, Instagram, atau YouTube daripada menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangannya, maka ada yang kurang dalam hubungan tersebut.
Hal ini berbeda dengan aktivitas seperti menonton video pelatihan, mendengarkan buku audio, atau melakukan riset karena semua itu dilakukan dengan tujuan jelas.
Namun jika media sosial menjadi tempat pelarian dari kehidupan nyata bersama pasangan, maka itu bisa menjadi pertanda adanya masalah dalam pernikahan. (*)
Editor : Adetio Purtama