Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

5 Tipe Orang yang Tak Layak Mendapat Kesempatan Kedua, Menurut Psikologi

Suci Kurnia Putri • Kamis, 22 Mei 2025 | 11:25 WIB

(Canva.com/Budgeron Bach)
(Canva.com/Budgeron Bach)
PADEK.JAWAPOS.COM — Memberi kesempatan kedua sering dianggap sebagai tindakan penuh welas asih. Terlihat bijak, mulia, bahkan terasa spiritual. Tapi, apakah itu tetap bijak jika orang tersebut terus mengabaikan batasan, tidak menunjukkan perubahan, dan membuatmu lelah secara emosional?

Banyak orang bergumul dengan pertanyaan ini: “Haruskah aku memberinya satu kesempatan lagi?” Kalau kamu sedang mengalami hal yang sama, kamu tidak sendirian. Dalam ilmu psikologi, melepaskan bukan berarti kamu kejam. Justru, itu bisa menjadi bentuk kejelasan batin.

Dikutip dari laman Hack Spirit pada Kamis (22/5/25), berikut ini lima tipe orang yang menurut psikolog tidak layak diberi kesempatan kedua. Bukan karena kamu jahat, tapi karena kamu sedang melindungi kedamaian dan kesehatan emosionalmu.

1. Orang yang Hanya Ingin Didengar, Tapi Tak Mau Mendengar

Mereka tampak tertarik saat kamu bicara, tapi percakapan selalu berakhir dengan cerita mereka sendiri. Kamu merasa tak didengar, apalagi dipahami.

Dalam psikologi, ini sering terkait dengan perilaku narsistik, cenderung ingin jadi pusat perhatian dan kurang empati.

Tanda utama: Mereka selalu mengarahkan percakapan kembali ke diri mereka, bahkan saat kamu sedang bicara tentang perasaanmu sendiri.

2. Orang yang Suka Memutarbalikkan Keadaan

Saat kamu menyampaikan perasaan, mereka menyebutmu terlalu sensitif atau bahkan menyangkal bahwa hal itu pernah terjadi. Inilah bentuk manipulasi psikologis yang disebut gaslighting.

Tanda utama: Setelah berbicara dengannya, kamu malah merasa bingung dan bersalah atas hal yang sebenarnya wajar kamu rasakan.

3. Orang yang Tak Bisa Dikritik

Mereka sulit menerima masukan. Setiap kali kamu mencoba bicara serius atau menyampaikan keinginanmu, mereka langsung tersinggung atau marah.

Tanda utama: Mereka menjadi defensif, balik menyalahkan, atau langsung menghindar setiap kali kamu membuka percakapan tentang perasaanmu.

4. Orang yang Suka Meremehkan

Saat kamu berbagi keresahan atau perasaan, mereka malah menganggapmu berlebihan. Ucapan seperti “Kamu terlalu baper” atau “Masalah kecil aja dibesar-besarkan” membuatmu merasa tidak dihargai.

Tanda utama: Kamu jadi ragu untuk terbuka karena takut disepelekan lagi.

5. Orang yang Terus Mengabaikan Batasan

Mereka bisa minta maaf berkali-kali, tapi perilakunya tetap sama. Batas yang sudah kamu jelaskan dilanggar terus-menerus, dan akhirnya kamu merasa lelah sendiri.

Tanda utama: Kamu sudah menjelaskan batasanmu, tapi mereka tetap melanggarnya seolah-olah itu bukan masalah besar.

Bayangkan dunia batinmu seperti rumah. Ada orang yang masuk dengan sopan dan menjaga kebersihannya, tapi ada juga yang masuk sembarangan, mengacak-acak isi rumahmu, lalu pergi tanpa merasa bersalah.

Memberi kesempatan kedua pada orang yang tidak berubah sama saja seperti menyerahkan kunci rumah kepada seseorang yang sudah merusaknya.

Kamu punya hak untuk memilih kedamaian, bukan sekadar memuaskan orang lain. Tanyakan ini pada dirimu: Kalau aku tak merasa bersalah atau takut, apakah aku masih akan membiarkan orang ini berada di hidupku?

Mungkin kali ini, bukan dia yang butuh kesempatan kedua, tapi kamu. Kesempatan untuk memilih dirimu sendiri. (*)

Editor : Hendra Efison
#Tak Layak dapat Kesempatan Kedua #Menurut Psikologi #Tipe orang